Posts

Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Kali Pertama ke Dokter Gigi Setelah Seperempat Abad Hidup di Dunia

Image
  ngantre di depan, untung datang awal, jadi cuma ngantre satu pasien             Sudah lama sekali saya mengetahui kalau gigi geraham saya sudah berlubang. Tapi anehnya enggak sakit sama sekali. Berjalan satu tahun lebih, rasa-rasanya lubang itu semakin besar. Saya cuek saja akan hal itu, selama tidak terasa sakit. Sampai kemudian, hari itu datang juga. Sisa makanan yang masuk ke lubang gigi, membuat gigi saya terasa sakit dan nyut-nyutan. Sampai kepala saya pusing dan jadi uring-uringan. Saya mulai mencari-cari info di internet cara mengatasi gigi berlubang yang sakit hingga melakukan konsultasi daring di aplikasi kedokteran. Berbagai macam artikel tentang pergigian saya baca. Akhirnya banyak info simpang siur, pada akhirnya tidak ada cara lain. Saya harus ke dokter gigi. Sebenarnya saya sadar, rasanya sudah sedikit terlambat ke dokter gigi ketika gigi sudah berlubang besar dan menunggunya sakit dahulu baru pergi ke dokter. Tolong jangan ditiru ya ... lebih baik ketika sudah menget

Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Tips Mencari Pekerjaan Sampingan di Tengah Pandemi

                  Wabah corona ini benar-benar bukan wabah yang main-main. Dampaknya begitu besar bagi beberapa sektor industri . Banyak perusahaan yang terpaksa harus mengurangi jumlah pekerjanya. Ada pula yang masih dipekerjakan, tapi gaji tak bisa dibayarkan secara penuh. Melihat situasi dan kondisi seperti sekarang ini, tentu kita harus bijak dalam menjalankan keuangan. Mulai menerapkan sistem prioritas atas barang-barang yang akan dibeli. Bukan saatnya untuk berhura-hura. Pemasukan berkurang, tetapi pengeluaran bisa jadi tetap. Neraca keuangan tak lagi seimbang. Mencari pekerjaan pun susah. Sebelum corona saja sudah susah, apalagi lagi ada corona seperti sekarang ini. Kita harus pandai memutar siklus keuangan. Beberapa orang mulai mencari pekerjaan tambahan untuk menutupi kebutuhan yang kurang. Namun ternyata hal tersebut juga tidak mudah. Tetapi percayalah, pasti ada jalan. Kita hanya perlu bersabar dan tetap terus berusaha.                 Mencari pekerjaan sampingan atau mu

Mengatasi Kebosanan Selama di Rumah Saja

Image
Sudah hampir dua bulan, masyarakat Indonesia mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah saja selama terdampak wabah Covid-19. Enggak perlu dibayangkan gimana bosannya. Hampir semua orang yang sudah patuh di rumah saja pasti bakal mengalami di mana ia akan berada di titik jenuh. Baru kali ini ngerasain kalau rebahan juga bisa sebosan ini. Hampir semua kegiatan dilakukan dari rumah. Apalagi memasuki bulan Ramadan seperti sekarang ini. Meski tidurnya orang berpuasa adalah pahala, bukan berarti kita akan tidur dari selesai salat Subuh hingga tiba waktu berbuka kan, bangun cuma buat salat, terus tidur lagi. Oh betapa ruginya. Tetapi karena rebahan sudah dimulai dari sebelum bulan Ramadan, rasanya rasa bosan semakin meningkat. Nah biar kita enggak ngerasa bosan, kita bisa lakuin kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Ya hitung-hitung sekalian ngabuburit kan ya. 1.     Video Call sama teman-teman Cara ini cukup ampuh untuk mengatasi kebosanan. Video call sama teman, ngelihat mukanya

Bagaimana Aku Mengenal Buku

Image
Sebenarnya bingung juga mau mengawali tulisan ini darimana. Orang bilang, cara menulis ya dengan memulainya. Oke, udah dua kalimat ... lanjut! Haha. Sebelum terjun ke dunia tulis-menulis seperti sekarang ini, dulunya aku lebih suka membaca aja. Tapi ternyata benar kata pepatah “Buku Adalah Jendela Dunia”. Dengan membaca, kita bisa tahu banyak hal. Dan akhirnya banyaknya pengetahuan yang kita serap dari membaca itulah yang bisa membuat kita lebih mudah menuangkan ide-ide dalam tulisan. Membaca sangat berkorelasi dengan menulis. Dua hal tersebut bagaikan dua sisi mata uang yang tak saling berkaitan. Kalau ditanya apakah aku sangat mencintai buku? Tidak juga! Aku aku suka buku-buku dan sangat menghargainya. Terlepas dari apa saja genre yang sudah aku baca. Pun prosesku mencintai buku-buku tak terjadi begitu saja. Keluarga bukan keluarga pegiat literasi. Tak ada banyak buku di rumahku. Saudara-saudaraku juga tak banyak yang gemar membaca. Beruntungnya aku dipertemukan dengan sosok-sosok

Semua Serba Daring

Image
Tak hanya kegiatan belajar mengajar sekolah yang dilakukan dari rumah. Semua kegiatan komunitas atau organisasi pun kini ikut dilakukan secara daring. Setiap komunitas biasanya memiliki waktu tertentu untuk mengadakan perkumpulan di suatu tempat untuk membahas sesuatu. Namun dalam situasi pandemi seperti ini, hal itu tak lagi bisa dilakukan. Semua harus memutar otak agar kegiatan tetap berjalan meski tak bisa bertemu secara langsung. Forum Lingkar Pena (FLP), salah satu organisasi yang kuikuti. Aku cukup aktif di FLP sejak 2014. Tahun 2019, aku diamanahi menjadi ketua FLP cabang Surabaya. Setahun kepemimpinanku, kegiatan kami berjalan lancar dengan adanya rutinan bertemu. Kemudian pandemi ini datang di tahun keduaku memimpin. Sebuah PR besar bagi kami para pengurus agar kegiatan tetap berjalan. Akhirnya kami putuskan untuk tetap melakukan kegiatan secara daring. Dari bedah karya, tadarus daring, nulis daring dan lain sebagainya. Namun kendala lain muncul, yaitu kapasitas internet kua

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa