Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Dua Belas Hari

Oleh : Ratna W. Anggraini

Rembulan menjadi teman malam ini
Entah untuk kali yang kesekian
Suaramu tertahan di pikiranku
Terjebak dalam memori yang lama terhanyut
Terombang-ambing ketidakpastian kehidupan
Ingin aku menggenggam suaramu
Kamu ada tapi tak ada
Terlihat nyata, namun ternyata semu
Detik yang menjadi menit, lalu menjadi jam, lalu berubah menjadi hari
Berlalu begitu saja dalam ketidakmampuanku
Bayangmu tercecer diterpa angin muson dari timur
Pun bahkan hujan tak mampu menghapus jejakmu
Dua belas hari...
Rasanya tak pernah cukup
Tapi sang waktu terus menjauh
Mungkin nanti kau hanya akan temukan bingkai harapan yang tak pernah rampung kurangkai
Barangkali esok kau bisa memungutnya
Ya... memang tak terlalu indah
Hanya kumpulan airmata dan harapan dari jiwa yang kosong
Dibuat oleh tangan-tangan mungil yang terus mengais kasih sayang

Saat tiba waktuku
Aku masih ingin melihat kau melukis pelangimu
Seperti saat aku menemukan kita
Satu setengah tahun dalam kebisuan yang tak berbatas
Yang mungkin saja hanya melintas sekilas di ingatanmu

karena aku ingin kita tetap ada, bukan aku atau kamu
karena aku ingin kita tetap ada, meski dunia kita telah berbeda
karena aku ingin kita tetap ada, itulah mengapa aku menyebutmu sahabat 
untuk setetes airmata yang berharga, 11122013

Comments

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Terima Kasih untuk 26 Tahun

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa