Posts

Showing posts from 2015

Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

JOHANNES GUTENBERG: Bücher für alle

Image
Johannes Gutenberg Im Jahr 1450 wurde in Straßburg eine Bibel verkauft. Sie kostete 60 Gulden – soviel wie ein kleiner Bauernhof. Dies war jedoch keineswegs ein Höchstpreis. Man zahlte damals bis zu 100 oder sogar 120 Gulden für ein Buch. Heute verlassen täglich Millionen von Büchern die Presse. In einer Stunde entstehen mehr als früher in tausend Jahren. Etwa 78 000 Titel erscheinen jährlich allein in Deutschland, darunter "Bestseller" mit Auflagen von 50 000, 75 000, ja sogar 100 000 Exemplaren. Diese billigen Zeitungen, Zeitschriften und Bücher haben die Welt verändert. Ohne sie wäre das moderne Leben nicht vorstellbar. Auch heute noch leben wir im Zeitalter des gedruckten Worts. Dieses Zeitalter begann vor mehr als 500 Jahren mit der Erfindung des Buchdrucks durch Johannes Gutenberg. Erst ein Dokument aus dem Jahr 1455 wirft ein helleres Licht auf sein Leben und Werk. Was war das Neue an Gutenbergs Erfindung? Die Kunst, Bilder oder Wörter in Münzen

RUDOLF DIESEL: es ist schön, so zu erfinden

Image
Am 10. August 1893 erschütterte eine Explosion die Versuchshalle der Maschinenfabrik Augsburg. Wie durch ein Wunder blieben die beiden Männer in der Halle unverletzt: der Mechaniker Hans Linder und der Ingenieur Rudolf Diesel. Zum ersten Mal hatte der Motor „gezündet“, welcher einige Jahrzehnte später Millionen von Maschinen und Generatoren, von Personen, Lastwagen und Omnibussen, von Traktoren, Lokomotiven und Schiffen antreiben sollte: der Dieselmotor. Die Not hatte ihn arbeiten gelehrt, und mit Fleiß und Energie stürzte er sich in seine Studien an der Industrieschule in Augsburg, fasziniert vom Fortschritt der Naturwissenschaft und Technik und erfüllt von dem Wunsch, Ingenieur zu werden. So begann Diesel seine Laufbahn in der Stadt, die später durch seine Erfindung berühmt wurde. Diesel dachte zuerst an eine Verbesserung der Dampfmaschine. Dann aber führte ihn seine Erfahrung mit Eismaschinen auf einen anderen Gedanken: Wird Gas zusammengepresst, so entsteht Wärme; dehnt s

Menara Merana

Image
Perlahan Menara menjejakkan kaki pada anak tangga yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai kedua di kampusnya. Tangan kanannya menanting tas, sedangkan tangan kiriya membawa tumpukan kertas-kertas tugas yang belum sempat ia kerjakan. Matanya berkunang-kunang. Jalannya sedikit terhuyung-huyung. Namun, ia memaksakan juga kakinya terus menapaki satu persatu anak tangga. Dari kemarin ia belum sempat makan. Ia merasakan tubuhnya sedikit gemetar. Di lantai dua, samar-samar ia menangkap bayangan Rindu yang sudah datang lebih awal darinya.             “Hati-hati Ra. Hari ini kau terlihat kurang sehat. Apa kamu belum sarapan?” Rindu langsung bertanya dan memegang bahunya, karena hampir saja Menara terjatuh ke lantai. Menara hanya diam, mulutnya tiba-tiba saja menjadi kaku dan seperti malas diajak terbuka. Ia langsung duduk di sebelah Rindu. Diletakannya kertas tugas-tugas yang ia bawa sedari tadi di sebelah kanan tubuhnya. image by google             “Ra, are you oka

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal ters

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Menguak Rahasia Sepasang Kaos Kaki Hitam