Posts

Showing posts from 2016

Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Desember

by: Ratna W. Anggraini Sengaja aku sejenak bernapas Mungkin untuk menetap Atau hanya bertahan sebentar Agar Desember yang basah Tak terlalu dalam menanam luka 31.12.2016

Pesan Rahasia

by: Ratna W. Anggraini Sepucuk kertas tergeletak di atas meja Hampir terbang terbawa angin Jemari lentik memungutnya "Hanya kertas kosong," katanya Sang gadis berjilbab biru datang Menghampiri meja itu Ada guratan bekas pensil tertinggal Mengukir meja penuh bekas kopi Bertuliskan sebuah pesan "Aku sudah mati, temukan aku! " 23.12.206

Allein

In einem Tag fließen meine Tränen reichlich. Einmal habe ich vergessen, für was und für wen bin ich weinend. Wie der Himmel erwatete ich einen Regenbogen, nach dem Regen kam. Aber es stellt sich heraus meine Hoffnung vergebens. Leichter Regen ist zunehmend. Schwarze Wolke umkreist meine Welt. Ich weinte härter. Bis es sich, dass es einem schlafenden Baby schlummernde wecken kann anfühlt.

Jangan Berhenti Berdoa

Image
Selama kita masih hidup, kita harus terus berusaha. Percayalah, tidak ada doa yang sia-sia. Jangan pernah katakan; "aku sudah melakukan semuanya, berbagai cara telah aku lakukan, aku sampai bingung harus ngapain lagi." Buang jauh-jauh pikiran itu. Kita manusia beragama. Kita punya Allah. Kita punya Al-qur'an sebagai pedoman hidup, dan kita masih punya sahabat untuk saling menguatkan. Buat kamu, aku, dan kita yang katanya lagi galau skripsi. Ingat! skripsi bukan akhir dari segalanya.  Katanya skripsi yang baik itu skripsi yang selesai. Iya to? Ayo sama-sama selesaikan. Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau. Tapi untuk apa ngurusi rumput orang lain. Rumput kita sendiri yang harus kita urusi. Mau diapakan rumput ini? Mau dibiarkan tumbuh liar atau kita rawat. Ayo tentukan pilihanmu. Sing semangat yo. Mumpung masih Ramadan, ayo doa yang baik-baik. Ayo kita ulang-ulang terus doa itu. Kita tidak tahu ucapan mana yang didengar oleh langit. eling-elingen kalimat

Lelaki Romantisku

Image
Dia datang menemuiku. Mengetuk pintu kamarku saat aku sedang belajar.  "Kamu butuh apa?" Katanya. Aku setengah mendelik seakan tak percaya apa yang baru saja dikatakannya. Tumben sekali. Tanpa menunggu jawaban dariku, ia menutup kembali pintu lalu pergi. Aku masih bingung. Kulanjutkan tugas mengetik sebuah naskah yang harus kuselesaikan malam itu juga. Tiba-tiba pintuku terbuka lagi. "He-he-he...", lelaki itu tertawa kecil, kemudian meletakkan segelas kopi instan rasa mocca di atas mejaku. Tentu saja sudah diseduh. Masih beruap dan panas. Wah ternyata lelaki itu tahu kesukaanku. "He-he-he... diminum ya. Semangat bertugas!" Katanya sambil mengepal tangan kanan dan mengangkatnya tinggi-tinggi lalu keluar dan kembali menutup pintu sebelum aku sempat mengucap terima kasih. Aku tersenyum, lucu sekali tingkahnya. Lelaki itu kusebut Bapak. Kami jarang bertemu meski satu rumah. Itu hal romantis yang pernah dia lakukan padaku. Dia yang kuhorma

Dua Puluh Duaku Datang Hari Ini

Image
Dua puluh satu tahun yang lalu, kali pertama aku berkenalan dengan dunia. Kata Ibuk aku lahir waktu Ramadan. Tepatnya 22 Ramadan 1415 H pada 22 Februari 1995. Karena Hijriyah dan Masehi bedanya 11 hari, menurut kalender Hijriyah, Ramadan tahun ini usiaku sudah 22. Sungguh angka yang indah di bulan yang suci. Aku sangat bersyukur. Aku dilahirkan waktu orang-orang lagi buka puasa. Masih kata Ibuk, Bapakku waktu itu sampai lupa berbuka saking khawatirnya sama Ibuk. Maklum saja, saat mengandungku usia Ibuk sudah tidak muda lagi. Empat puluh tahun. Dan aku baru tahu saat kelulusan SMA kalau aku lahir di waktu Ramadan. Mengingat tidak tersematkan Ramadani, Ramadina atau Romadona di namaku. Tidak seperti kebanyakan nama orang-orang yang dilahirkan saat Ramadan. Aku dilahirkan di rumah dengan bantuan dari bidan desa. Jadi sebenarnya bidan itu datang setelah aku dilahirkan. Ibukku berjuang mempertaruhkan nyawanya dengan ditemani Bapak. Saat bidan datang, aku yang baru saja dilahirkan tid

Aku Juga Ingin Mencintainya

Image
Ada satu hal yang sangat kudambakan sampai saat ini. Ada satu doa yang kuselipkan yang belum sempat terealisasi. Percayalah, selalu kukatakan padaNya bahwa aku juga ingin mencintainya. Mencintai dia dengan sepenuh hati. Tanpa ada rasa takut ataupun was-was. Bahkan aku ingin sekali memilikinya. Tahukah engkau, betapa terkadang hati ini iri melihat mereka-mereka yang bisa dengan mudah menyayanginya, mengasihinya, bahkan mereka mampu memeluknya. Pun aku ingin seperti mereka. Bisa dengan leluasa bercanda dan bermain dengan binatang kesayangan Rasullullah itu. Mereka bilang aku gadis manja, “kemenyek”, penakut, dan kata-kata sebangsanya, lantaran bertemu dengan seorang kucing saja air mukaku langsung berubah. Seandainya mereka tahu, betapa aku juga ingin menyanyangi. Bahkan aku juga ingin memeliharanya. Lalu siapa yang harus kusalahkan? Ketika hidung ini selalu gatal dan bersin-bersin saat di dekat kucing. Ketika kakak perempuanku juga tak bisa berdekatan dengan kucing. Hingga akhirnya

Belajar Mendongeng

Image
Mendongeng bersama adik-adik di sekolah inklusi Cita Hati Bunda Sidoarjo bersama Kak Utha, Mas Dudung dan Lili. Awalnya susah. Mengatur suara kecil untuk menyesuaikan dengan tubuh Lili (boneka di tanganku). Namun, berkat bimbingan Kak Utha, semua bisa diatasi. Hehe... bukankah tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini? Bahkan mie instan pun butuh proses juga untuk bisa dinikmati. Lili adalah adiknya Mas Dudung (boneka di tangan Kak Utha). Kak Utha dan Kak Ratna memainkan boneka Dudung dan Lili untuk adik-adik di Cita Hati Bunda Sidoarjo. Mereka adalah adik-adik yang luar biasa. Meski mereka memiliki keterbatasan, namun mereka tetap mau belajar dan bersemangat. Bahkan adik-adik ini ikut berpuasa loh. Puasa penuh. Hebat... *prokprokprok* Mendongeng untuk adik-adik Cita Hati Bunda merupakan pengalaman baru bagiku, dan ternyata mendongeng itu mengasikkan. bikin nagih. Biasanya aku cuma mendongeng buat ponakan di rumah dengan mainan-mainan mereka yang seadanya. Nah, kali ini mendon

Sudahi Saja

Ketika kau diam Aku tahu kau tak benar-benar diam Dahimu berkerut secepat hemisfer bekerja Ada banyak sel otak yang kau gunakan Namun ajaibnya, semua orang yang mengenalmu ternyata tak benar-benar mengenalmu Apa selanjutnya yang akan kau kerjakan Masihkah kau paksakan hemisfer itu bekerja Sedang yang lain terus saja abai Kuharap kau baik-baik saja #4 Ramadan 1437 H

Hujan yang dirindukan

Masih mampukah jatuh Berkali-kali mengendus tanah yang basah Merangsek pada nafas yang masih tersengal Tuan yang di sana Adakah hati Tuan masih membara (?) Sudah terlampau banyak Tuan berfikir Apakah sepotong cahaya yang mampu menghangatkan embun Ataukah rerintik yang akan menumbuhkan pucuk-pucuk hijau itu Adakah Tuan selalu merasa sendiri, Adakah Tuan merasa tak pernah didengar Buang jauh semua itu Pucuk-pucuk yang Tuan rawat selama ini, tak akan berkhianat Hujan datang pada bulan yang entah Jika Tuan resah, cukup Tuan buka dan satukan kedua telapak tangan itu Untukmu yang sedang merindukan sebuah perubahan, #3 Ramadan 1437 H

Dakwah Dari Diri Sendiri

Tidak harus berdiri di atas mimbar. Tidak harus di dalam masjid-masjid ataupun pengajian-pengajian. Tidak harus menunggu peristiwa-peristiwa tertentu. Tapi di manapun dan kapanpun kita bisa berdakwah. Bahkan tidak harus menunggu menjadi seorang ulama kondang untuk bisa berdakwah. Sampaikan kebaikan kepada siapapun dan dimanapun. Dalam berdakwah kita tidak boleh memaksa. Yah, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk mendengarkan apalagi melakukan apa yang kita katakan. Kita cukup sampaikan kebaikan dan yang paling penting berikan contoh. Jangan sampai kita memberikan sebuah nasihat yang bahkan kita sendiri belum pernah melakukannya padahal kita juga butuh nasihat itu. Islam, agama rahmatan lil alamin. Islam itu damai dan tidak memaksa. Mulailah dari sendiri. Berbuat baiklah pada dirimu sendiri, kemudian berbuat baik pada orang lain. Dakwah islam dimulai pada diri sendiri kemudian pada keluarga. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka” (At-Tahrim ayat 6). Sangat mudah

Aku Sudah Tak Sabar Bertemu Denganmu

Alhamdulillah, Allah masih memberiku kesempatan untuk menemuimu lagi, Ramadan ke dua puluh duaku. Ramadan bulan suci penuh ampunan. Bulan dimana aku kali pertama mengenal dunia, bertemu dengan kedua orang tua dan saudara-saudaraku. Bulan dimana segala pahala atas kebaikan-kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan olehNya. Tentu saja dosa atas keburukan juga akan ikut berlipat-lipat. Semoga kita selalu mendapat ampunan atas dosa-dosa kita. Ramadan tahun lalu, Allah telah membuka jalan hijrahku. Entah kejutan apalagi yang akan kudapatkan di ramadan tahun ini. Pada intinya, aku bersyukur atas apa-apa yang telah diberikanNya padaku. Orang tua yang menyayangiku, kakak-kakak yang mendampingiku dan sahabat-sahabat yang kumiliki. Tak ada yang bisa kuberikan selain rasa syukurku padaNya. Seringkali kita mengeluh atas keinginan yang belum terwujud. Namun kita lupa masih banyak yang telah kita miliki yang bekum kita syukuri. Bahkan kita seringkali lupa, bahkan sehat adalah nikmat y

Rerintikku

Hujan mengalir diam-diam Menyeruak masuk Menitik jendela kamarmu Ada rindu di setiap rintiknya yang sengaja kukirim Untuk memadamkan percikan api di relungmu Semoga engkau berkenan Menanti hujan di bulan Juni, 05 Juni 2016

Berikan Jantungmu Untukku

Jadi anak kos itu ada enak dan gak enaknya. Enaknya kalau ada acara kumpul di rumah teman misalnya, yang didahulukan biasanya anak kos. Terutama dalam hal makanan. Maklumlah, katanya anak kos jarang makan masakan rumahan. Masakan rumahan atau masakan ibu memang yang paling enak pokoknya. Dikasih makanan lebih ya enak-enak aja. Alhamdulillah. Tapi walaupun tinggal di kos, anak kos juga gak buruk-buruk amat kok gizinya. Paling-paling kalau kepepet aja, misalnya nih kiriman orang tua belum sampai, beasiswa belum turun, bayaran ngelesi belum dikasih atau uang di dompet juga sudah mepet. Alih-alih menghemat uang, jangan sampai salah mengambil pendapat dengan terlalu sering makan mie instan. Nah, itu tuh gak enaknya. Selalu tergoda untuk makan makanan yang kurang sehat. Anak kos itu juga harus bisa kreatif. Gak hanya kreatif mengelola uang biar cukup buat kebutuhan sehari-hari, tapi juga kudu kreatif memanfaatkan apa yang ada.  Jadi hari ini ceritanya ada teman yang belanja jeroh

Pelatihan Menulis Nurul Hayat Bersama Penerbit Pro-U Media

Image
Menembus jagat penerbitan * Tentukan niat . Apa niat atau tujuan Anda menjadi penulis? Menjadi terkenal, mendapatkan penghasilan, mencari sensasi, atau dakwah. Secara umum ada empat tujuan yang harus Anda ketahui. Apabila kita memilih dakwah sebagai tujuan kita menulis, InsyaAllah ketiga tujuan lainnya akan mengikuti. Mau Jadi Penulis seperti apa? Spesialis, serba bisa, atau hanya sekadar asal-asalan. Setiap menulis harus disertai riset atau penelitian yang mendukung tulisan Anda. Jangan salah, tidak hanya tulisan nonfiksi saja yang butuh riset. Tulisan fiksi pun begitu. Riset sangat penting. Selain itu Anda juga harus mengetahui kondisi lingkungan sekitar, agar tulisan kita nyambung dan bisa diterima. Setiap tulisan yang Anda buat akan dipertanggungjawabkan, bahkan sampai ke akhirat. Mulailah menulis. Hal pertama yang harus dilakukan saat menulis adalah mulailah! Ada tiga cara memulai menurut AA Gym. Mulailah dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai sekarang

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa