Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Bait Peringatan

Dari ujung mata pena
Gusarku menggumpal
Lima belas menit aku terpekur
meregang otot, mengakar resah
menatap mata, mencekam asa

Tak ada pagi yang ingkar
Matahari mulai rengkuh
Jiwaku semakin ambang
Semakin ironi
Semakin tragis

Buku-buku mengulitiku
Berserakan tenggelamkanku
Tak kuasa kugapai seutas tali
Mata-mata licik terus mengikuti
"Berapa lama lagi?"

Jarum terlepas dari dinding
Detaknya tak terkendali
Tik tok tik tok
Ternyata aku diburu
Di waktu ketiga, dalam tubuh yang bercabang

Surabaya, 26 Februari 2016
03.40

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa