Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Enam Fungsi Bahasa bagi Manusia



Sebelum berbicara tentang bahasa, ada baiknya kita mengenal apa itu bahasa? Mengingat bahasa sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Sejak zaman Yunani Kuno, bahasa telah menjadi bahan kajian, walaupun bukan untuk kepentingan kebahasaan dan komunikasi. Bahasa dianggap sebagai sebuah alat yang tepat untuk mengungkapkan konsep berpikir dan hasil pemikiran filosofis. Bahasa adalah simbol-simbol yang dikeluarkan oleh alat ucap (manusia) dan dapat dimengerti. Bahasa menjadi alat komunikasi yang penting bagi manusia agar bisa berinteraksi dan bersosialisasi dengan manusia lainnya.
Ada enam fungsi bahasa yang akan saya bahas dalam tulisan kali ini.
Pertama, bahasa sebagai fungi personal atau pribadi. Dilihat dari sudut pembicara, bahasa berfungsi personal. Si pembicara menyatakan sikap terhadap apa yang akan dituturkannya. Ia akan memperlihatkan bagaimana emosinya saat menyampaikan tuturannya. Sehingga, pihak pendengar dapat menganalisis emosi pembicara lewat mimik atau gerakan tubuh. Apakah ia sedih, gembira atau marah
Kedua, bahasa sebagai fungsi direktif saat dilihat dari sudut pendengar. Artinya bahasa dapat mengatur tingkah laku pendengar. Pendengar akan melakukan sesuatu dan juga kegiatan yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pembicara. Misalnya ketika seoseorang berbicara dengan serius, maka beberapa orang akan melakukan reaksi mendengarkan dengan khidmat atau secara reflek menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan apa yang disampaikan oleh pembicara.
Ketiga, bahasa sebagai fungsi fatik dilihat dari segi pembicara dan pendengar. Artinya, bahasa menjalin hubungan, memelihara, memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas sosial. misalnya ketika dua orang saling berjumpa atau berpamitan. Mereka akan saling menyapa dan atau mengucapkan selamat tinggal. Fungsi fatik tidak hanya diucapkan dengan kata-kata saja, tetapi juga dapat dikatakan dengan tindakan. Misalnya melambaikan tangan, tersenyum, gelengan kepala, gerak-gerik tangan, kedipan mata, ataupun air mata.
Keempat, bahasa sebagai fungsi refensial. Bahasa berfungsi untuk membicarakan objek atau peristiwa yang terjadi di sekitar manusia, baik pembicara maupun pendengar. Fungsi referensial ini menjelaskan bagaimana hubungan manusia dengan keadaan di sekitarnya. Bagaimna mereka menjelaskan keadaan sekitar, termasuk menyatakan pikiran atau mengungkapkan ide.
Kelima, bahasa sebagai fungsi metalinguistik. Artinya bahasa digunakan untuk menjelaskan arti bahasa itu sendiri, digunakan untuk menbicarakan bahasa lain. Yaitu menjelaskan bagaimana kaidah-kaidah dalam berbahasa.
Keenam, bahasa sebagai fungsi imajinatif dilihat dari amanat yang disampaikan. Bahasa dapat digunakan untuk menyampaikan gagasan, ide, perasaan. Baik yang sebenarnya atau hanya imajinasi. Dalam hal ini biasanya berupa karya seni yang digunakan oleh manusia. Bahasa sebagai fungsi imajinatif dapat kita jumpai dalam karya sastra seperti puisi, cerpen, dongeng, dan lain sebagainya.
Berbahasa, terutama dalam bentuk tulisan tidak hanya menyusun kata-kata dalam setiap kalimat yang kita ucapkan atau tuliskan, melainkan harus dipilih kata-kata yang jelas, tepat dan cermat. Ada sesuatu yang menarik disini. Kita memiliki dua puluh enam huruf dari A sampai Z. Dari dua puluh enam huruf tersebut, kita dapat membuat unlimited kata. Kita bisa merangkai kata apa saja yang kita inginkan. Dan hanya manusia yang berbahasa. Bahasa adalah ilmu yang dibutuhkan oleh ilmu lain. Ilmu alam perlu bahasa untuk mejelaskan. Tapi ilmu bahsa tak perlu ilmu lainnya. Bahasa adalah ilmu dari segala ilmu. Bahsa itu logika. Bahasa itu fleksibel.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa