Posts

Showing posts from March, 2016

Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Berikan Jantungmu Untukku

Jadi anak kos itu ada enak dan gak enaknya. Enaknya kalau ada acara kumpul di rumah teman misalnya, yang didahulukan biasanya anak kos. Terutama dalam hal makanan. Maklumlah, katanya anak kos jarang makan masakan rumahan. Masakan rumahan atau masakan ibu memang yang paling enak pokoknya. Dikasih makanan lebih ya enak-enak aja. Alhamdulillah. Tapi walaupun tinggal di kos, anak kos juga gak buruk-buruk amat kok gizinya. Paling-paling kalau kepepet aja, misalnya nih kiriman orang tua belum sampai, beasiswa belum turun, bayaran ngelesi belum dikasih atau uang di dompet juga sudah mepet. Alih-alih menghemat uang, jangan sampai salah mengambil pendapat dengan terlalu sering makan mie instan. Nah, itu tuh gak enaknya. Selalu tergoda untuk makan makanan yang kurang sehat. Anak kos itu juga harus bisa kreatif. Gak hanya kreatif mengelola uang biar cukup buat kebutuhan sehari-hari, tapi juga kudu kreatif memanfaatkan apa yang ada.  Jadi hari ini ceritanya ada teman yang belanja jeroh

Pelatihan Menulis Nurul Hayat Bersama Penerbit Pro-U Media

Image
Menembus jagat penerbitan * Tentukan niat . Apa niat atau tujuan Anda menjadi penulis? Menjadi terkenal, mendapatkan penghasilan, mencari sensasi, atau dakwah. Secara umum ada empat tujuan yang harus Anda ketahui. Apabila kita memilih dakwah sebagai tujuan kita menulis, InsyaAllah ketiga tujuan lainnya akan mengikuti. Mau Jadi Penulis seperti apa? Spesialis, serba bisa, atau hanya sekadar asal-asalan. Setiap menulis harus disertai riset atau penelitian yang mendukung tulisan Anda. Jangan salah, tidak hanya tulisan nonfiksi saja yang butuh riset. Tulisan fiksi pun begitu. Riset sangat penting. Selain itu Anda juga harus mengetahui kondisi lingkungan sekitar, agar tulisan kita nyambung dan bisa diterima. Setiap tulisan yang Anda buat akan dipertanggungjawabkan, bahkan sampai ke akhirat. Mulailah menulis. Hal pertama yang harus dilakukan saat menulis adalah mulailah! Ada tiga cara memulai menurut AA Gym. Mulailah dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai sekarang

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa