Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Belajar Mendongeng


Mendongeng bersama adik-adik di sekolah inklusi Cita Hati Bunda Sidoarjo bersama Kak Utha, Mas Dudung dan Lili. Awalnya susah. Mengatur suara kecil untuk menyesuaikan dengan tubuh Lili (boneka di tanganku). Namun, berkat bimbingan Kak Utha, semua bisa diatasi. Hehe... bukankah tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini? Bahkan mie instan pun butuh proses juga untuk bisa dinikmati. Lili adalah adiknya Mas Dudung (boneka di tangan Kak Utha). Kak Utha dan Kak Ratna memainkan boneka Dudung dan Lili untuk adik-adik di Cita Hati Bunda Sidoarjo. Mereka adalah adik-adik yang luar biasa. Meski mereka memiliki keterbatasan, namun mereka tetap mau belajar dan bersemangat. Bahkan adik-adik ini ikut berpuasa loh. Puasa penuh. Hebat... *prokprokprok*

Mendongeng untuk adik-adik Cita Hati Bunda merupakan pengalaman baru bagiku, dan ternyata mendongeng itu mengasikkan. bikin nagih. Biasanya aku cuma mendongeng buat ponakan di rumah dengan mainan-mainan mereka yang seadanya. Nah, kali ini mendongeng dengan boneka tangan yang lucu untuk adik-adik luar biasa ini. Mereka menyimak kisah nabi Musa dan Nabi Khidir yang kami bawakan dengan semangat. Mereka juga lebih antusias lagi saat menyanyikan lagu "Aku Suka Berpuasa" dari Dudung. Beberapa dari mereka ikut maju dan memandu teman-temannya yang lain untuk menyanyi bersama.

Indahnya berbagi saat Ramadan. Semoga kelak adik-adik ini menjadi pribadi yang luar biasa.
Keseruan mendongeng  bersama adik-adik di sekolah inklusi Cita Hati Bunda Sidoarjo


#17 Ramadan 1437 H

Comments

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Terima Kasih untuk 26 Tahun

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa