Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Belajar Mendongeng


Mendongeng bersama adik-adik di sekolah inklusi Cita Hati Bunda Sidoarjo bersama Kak Utha, Mas Dudung dan Lili. Awalnya susah. Mengatur suara kecil untuk menyesuaikan dengan tubuh Lili (boneka di tanganku). Namun, berkat bimbingan Kak Utha, semua bisa diatasi. Hehe... bukankah tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini? Bahkan mie instan pun butuh proses juga untuk bisa dinikmati. Lili adalah adiknya Mas Dudung (boneka di tangan Kak Utha). Kak Utha dan Kak Ratna memainkan boneka Dudung dan Lili untuk adik-adik di Cita Hati Bunda Sidoarjo. Mereka adalah adik-adik yang luar biasa. Meski mereka memiliki keterbatasan, namun mereka tetap mau belajar dan bersemangat. Bahkan adik-adik ini ikut berpuasa loh. Puasa penuh. Hebat... *prokprokprok*

Mendongeng untuk adik-adik Cita Hati Bunda merupakan pengalaman baru bagiku, dan ternyata mendongeng itu mengasikkan. bikin nagih. Biasanya aku cuma mendongeng buat ponakan di rumah dengan mainan-mainan mereka yang seadanya. Nah, kali ini mendongeng dengan boneka tangan yang lucu untuk adik-adik luar biasa ini. Mereka menyimak kisah nabi Musa dan Nabi Khidir yang kami bawakan dengan semangat. Mereka juga lebih antusias lagi saat menyanyikan lagu "Aku Suka Berpuasa" dari Dudung. Beberapa dari mereka ikut maju dan memandu teman-temannya yang lain untuk menyanyi bersama.

Indahnya berbagi saat Ramadan. Semoga kelak adik-adik ini menjadi pribadi yang luar biasa.
Keseruan mendongeng  bersama adik-adik di sekolah inklusi Cita Hati Bunda Sidoarjo


#17 Ramadan 1437 H

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa