Posts

Showing posts from 2017

20 Menit Terakhir, Lakukan atau Menyesal!

Di detik-detik terakhir Reading Challenge (RC), 20 menit ini sangat berharga. Tepatnya kemarin diumumkan bahwa RC kurang sehari lagi. Tapi target belum juga terpenuhi. Di kelas Super Reader paling tidak dalam waktu 60 hari harus dapat di atas 10.000 halaman lah. Sedangkan angka masih stagnan di angka 9000an. Kemarin-kemarin ke mana aja? Ngapain aja? Ya saya baca kok, tapi ya sehari cuma sanggup satu sampai dua buku aja. Sehari cuma sanggup 200-300 halaman saja. Saya kan sibuk, harus ngajar, menyiapkan materi dan soal untuk kelas esok hari, mengoreksi tugas, belum lagi masalah organisasi. Peserta lain juga ada yang pengajar loh, tapi masih bisa sesuai target. Aih, benar sekali, semua itu sebenarnya hanya alasan saja. Bisa saja saya meluangkan lebih banyak waktu untuk membaca, nyatanya mata saya lebih sering menatap layar ponsel. Buka tutup instagram kepo-kepo sana-sini, balesi chat di whatsapp, chatting-chatting gak jelas di line dan telegram. Tuh kan, kebanyakan sosial media. Hidup k…

Aku Ingin Menikah Muda

Image
Berawal dari sebuah pesan dari kakak ipar beberapa hari lalu, “Dek, ini buku kamu? Mbak boleh pinjam?” sembari mengirim gambar buku Natta dan Wardah yang berjudul “Cinta yang Tak Biasa” yang pernah saya unggah di akun instagram @ratnawa. Baru Juni lalu saya membeli buku itu, tapi belum sempat membacanya sebab masih ngantre dengan buku-buku lainnya. Yasudah akhirnya saya putuskan biar mbak saja dulu yang baca. Berkali-kali janjian dengan kakak ipar, tapi selalu gagal. Buku ini selalu di dalam tas dan ikut kemana pun saya pergi. Suatu ketika saat sedang janjian sama teman di sebuah taman, sambil nunggu teman datang niatnya mau ambil ponsel di dalam tas lalu scroll-scroll instagram kayak kids zaman now gitu, tahunya mata kok tertarik dengan buku ini buat dibaca.
Masih berhubungan dengan zaman now dan kekinian, buku ini menjadi hits karena penulisnya adalah pasangan yang baru saja menikah dengan proses yang sangat unik menurut saya. Natta seorang musisi dan pebisnis sedangkan Wardah seor…

Yang Tak Sengaja Tersisihkan

by: Ratna W. Anggraini

Aku menangis tanpa air mata membisu, tanpa suara menumpuk kesedihan tanpa pundak rapuh jemu mendadak
senyap, runtuh dibuai mimpi adakah ikhlas mengusik nurani aku tak sengaja kau sisihkan di pertemanan yang tergadaikan
adakah aku hilang atau kau yang tak pernah datang adakah aku tak menemukanmu atau kau lupa menemuiku
Dinding tempatku bersandar mulai dingin namun aku tetap tegak seperti yang kauingin aku menunggumu di antara sepi namun terlalu ironi
Surabaya, 16 Desember 2017

Bumi Palestina

by: Ratna W. Anggraini

Rudal meluluhlantakkan segalanya Dentuman yang memekikkan Terkucur darah di setiap jengkal tanah yang terlintas
Bumi palestina menangis Di mana hati nurani?
Bumi palestina Telah kebal oleh jeritan Bising peluru bertebaran Di mana hati nurani?
Wahai Rabb... Turunkanlah bala tentaramu Enyahlah zionis dari bumi jihad
Lindungi Palestina yang telah puluhan tahun terdzalimi Allahu Akbar!!!
9.12.2017


Subuh

by: Ratna W. Anggraini
Sayup irama Alquran terdengar Menjemput azan subuh di pucuk fajar Kutunaikan dua rakaat salat Duduk berzikir dengan hati khusyu'
Batas resah sisa semalam mulai sirna Sebab malaikat telah turun bersama hujan Lalu untaian doa seraya mengalun Pada subuh yang syahdu
Di sujud, jiwaku rapuh ragaku diam dan bersimpuh Mengharap beribu ampun melesat dari langit Senapas waktu meragu Kupasrahkan segala pada Illahi Rabbi

Selamatkan Masa Depan Jomblo dari Bayang-bayang Mantan

Image
IDENTITAS BUKU: Judul Buku: Jomblo, Mantan, dan Masa Depan (bukan buku panduan buat balikan ke mantan) Penulis: Rezky Firmansyah Penerbit: PT Elex Media Komputindo Cetakan : Pertama Jumlah Halaman: x+162 Halaman Tahun Terbit: 2017
Seperti judulnya, buku ini ternyata dibagi menjadi tiga bab; bab jomblo, bab mantan, dan bab masa depan. Tapi tunggu dulu, ternyata Rezky Firmansyah sang penulis buku juga menambahkan bonus bab spesial, bersebutlah “Lembar Pemaafan” di bagian akhir buku. Buku yang diberi judul Jomblo, Mantan, dan Masa Depan ini adalah  buku kesembilan Rezky. Buku yang ditulis dari hasil perenungan yang cukup panjang dalam memaknai 23 tahun usianya. Melihat dari pemilihan judul, tentunya judul tersebut sangat sensitif bagi jomblo-jomblo yang masih bebas berkeliaran, jomblo-jomblo yang butuh diselamatkan masa depannya. Entah itu jomblo bermantan maupun tidak. Nah loh, jomblo bermantan gimana nih perasaannya kalau baca judul buku ini? Apakah akan baper ataukah malah menjadi mo…

Menemukanmu

by: Ratna W. Anggraini
Aku melihat dirimu Dalam senja yang kaubawa padaku Menatap lusuh ke arahku Tertunduk diam bak matahari yang kehilangan sinarnya

Aku melihat dirimu dalam rembulan temaram menatap syahdu di antara bintang yang terlambat datang Berkedip bergantian di langit

Aku melihatmu pada wajah angin yang menyapa hanya aku hanya aku yang bisa menemukanmu setidakmungkin apa pun itu

11.11.2017

Rumah Cahaya Kita

by: Ratna W. Anggraini
Dimana bisa kutemukan cahaya Malam ini bulan tak datang Gerimis membuncah memecah langit Butirannya sampai pada tanah suci yang kita huni bersama
Gemuruh suara-suara lirih menyatu menjadi saksi Ribuan kedip saling mengawasi Betapa mereka semua mendamba Meski hanya berawal dari secercah Cahaya... cahaya yang bisa mengisi rumah-rumah kita

Bandung, 4 November 2017


Tolong Aku Ibuk

by: Ratna W. Anggraini
Ibuk, aku sedang bermimpi Negara api menyerang kembali Orang-orang kehilangan jati diri Para penjajah datang lagi
Ibuk, bangunkan aku Sebelum berubah tingkah laku Sebelum tinggal segala ragu Dan akhirnya kita terbuang jauh
Ibuk, Ibuk, Ibuk Bumi semakin lapuk Penghuninya dibuat mabuk Siapa yang salah jika semakin terpuruk
Siram air di wajahku Cubit aku bila perlu Atau cukup sentil telingaku Agar aku yakin, mimpi buruk ini sedang mengganggu



Tentang Kutu yang Berfaedah

Image
Saya bukan pembaca ulung, tapi saya akan lebih kasihan ketika mendapati diri saya terlalu kalap membeli buku-buku. Ketika buku-buku yang saya borong di toko-toko atau bahkan di pusat penjualan buku bekas terbiarkan sendirian di pojokan kamar, kedinginan. Jarang membukanya, karena beralasan (sok) sibuk. Butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Saya suka mengoleksi buku. Terutama sampulnya. Misal, hari ini saya ingin buku bersampul biru, maka saya akan pergi ke toko buku dan mencari sampul biru, membaca sinopsis dan informasi buku tersebut, kalau cocok ya khitbah, eh... bayar ke kasir maksudnya.
Menyebut diri sebagai pengoleksi buku, tanpa pernah tahu isi-isi buku yang ia koleksi adalah kebodohan dan kerugian yang haqiqi. Sungguh apa yang kita ucapkan, apa yang kita pikirkan, adalah salah satu hasil dari membaca. Buku bagaikan isi dunia. Pernah kepikiran gak sih keliling dunia tanpa perlu keluar duit banyak? Nah, bacalah buku. Banyak buku-buku yang membahas keindahan dan keeksotisan dari…

Senandung Hitam

by: Ratna W. Anggraini
Aku berjalan di pelataran malam Membawa sepucuk mawar merah Kutenteng juga sebuah tas penuh harapan Kaki terus melangkah Tak peduli angin semakin giat menyapa Sayup-sayup menusuk sampai ke tulang
Aku berhenti tepat lima langkah Di depan sebuah rumah tua tak berpenghuni Yang menggantung papan di terasnya Dihiasi temaram lampu neon lima watt Bertuliskan dua rangkai bait "Senandung Hitam di sini mimpimu disemayamkan"

Surabaya, 14 Oktober 2017


Menguak Rahasia Sepasang Kaos Kaki Hitam

Image
Ebook ini direkomendasikan kepada saya oleh seorang teman. Sebenarnya saya lebih suka membaca buku cetak daripada buku elektronik. Namun, teman saya bilang bahwa cerita dalam buku ini akan membuat saya selesai membacanya dalam sekali duduk. Bayangkan, 691 halaman benar-benar berhasil saya lahap dalam tiga jam saja. Namun tidak benar jika saya membacanya dalam sekali duduk, karena saya juga sempat selonjoran, tengkurap, dan bahkan telentang hingga saya duduk kembali. Dari paragraf-paragraf pembuka langsung berhasil menyihir saya untuk terus mengikuti alurnya.

“Untuk secangkir teh di pagi hari dan kenangan yang selalu menyertainya...”

Buku ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Ari, berasal dari Kalimantan yang merantau ke Karawang karena dia mendapat panggilan kerja di sana. Pada malam pertama sebagai anak kos, dia bertemu dengan perempuan manis dan cantik, tapi aneh. Perempuan itu penghuni kamar kos yang berhadapan dengan kamar kosnya. Pertemuan pertamanya dengan perempuan i…

Pemuda, Gelorakan Semangatmu!

Image
Masa muda adalah masa yang sangat bernilai, masa yang sangat penting bagi seseorang dan tentu saja tidak dapat diulang kembali. Pada masa muda, seseorang mulai belajar benar dan salah menurut dirinya, tingkat keegoisan lebih tinggi dan dianggap sebagai masa pencarian jati diri. Akan banyak hal terjadi, nasihat dan ajakan-ajakan baik dan buruk akan datang silih berganti. Di sinilah para kawula muda mulai diuji keimanannya. Dengan jiwa yang masih labil, mereka harus bisa memutuskan mana yang harus diikuti dan mana yang harus ditinggalkan. Bagaimana masa depan kelak tentu saja bergantung pada masa sekarang atau masa mudanya. Begitu salah memilih dan melangkah, sudah pasti ia akan bertemu dengan penyesalan di akhir. Nah, dalam masa-masa seperti inilah seseorang memerlukan guidance atau pembimbing sebagai alat yang menunjukkan arah hidupnya. Dan buku ini rupanya bisa kita jadikan referensi untuk menjadi salah satu pendamping bagi masa muda kita. Pun itu jika kita ingin masa muda kita lebi…

Kekalahan

by: Ratna W. Anggraini
Sudah kuputuskan Malam ini kau tak akan dapatkan cahaya sebab bulan telah lari darimu
Sudah kukabarkan bahwa jauh hari cahayanya kembali datang membawa kabar kekalahanmu
Kau tak lagi berhak kecewa tak lagi berhak menyesal sebab kehadiranmu hari ini adalah jawaban jawaban atas sebab yang tak pernah jelas.

22.9.2017

Ghuroba, Asing di Dunia, Mulia di Akhirat

Oleh: Ratna W. Anggraini 
Islam datang asing dan akan kembali asing. sumber ketaatan adalah Allah. Semua urusan akan kembali pada Allah. Allah pasti menolong orang-orang yang istimewa itu tadi, orang-orang yang bergantung hanya padaNya. Hadapi segala kejadian dengan pandangan yang positif. Kejadian buruk bukan berarti kesialan. Kejadian baik bukan berarti selalu keberuntungan. Karena setiap kejadian sudah memiliki porsi, hidayah dan tugasnya masing-masing saat datang menemui kita. Seperti nasihat-nasihat yang sering kita dengar, selalu ada hidayah di setiap kejadian. Meski pada suatu masa, terkadang hidayahlah yang justru harusnya kita jemput, saat dirasa ia tak mendatangi kita. Berusalah untuk selalu berprasangka baik kepada Allah, karena Dialah Sang Maha tahu. 
Ada sebuah kisah, seorang sahabat anshor yang sedang berdagang. Di tengah perjalanan ia dihadang kawanan perampok. Seluruh harta benda dan daganannya dikuras habis oleh kawanan perampok itu. Pedagang hanya seorang diri. Kawa…

Menelisik Kehidupan Para Pecandu Buku

Image
Buku setebal 76 halaman karya pengarang Amerika Latin ini menceritakan kisah buku-buku dan para pecandu buku serta bagaimana akhir dari takdir sebuah buku. Buku ini sukses membuat saya bergidik bahkan sampai merinding membacanya. Beberapa adegan yang disajikan, berhasil menyindir diri sendiri. Penulis mampu menyihir pembaca, terutama para pencinta dan pengoleksi buku seperti pernah mengalami kejadian yang dituliskan. Penulis paham betul menempatkan tiap detail cerita, sehingga setiap bagian yang dikisahkan menjadi penting. Pembaca akan menemukan penanda-penanda yang akan menjadi sebab setiap akibat. Kisah dalam rumah kertas ini diawali dengan peristiwa kematian seorang dosen bernama Bluma secara misterius. Bluma ditabrak mobil dan kemudian meninggal. Ia ditemukan meninggal dengan sebuah buku karya Emily Dickinson. Orang-orang menganggap, bukulah yang membuat Bluma meninggal. Seorang teman yang juga dosen harus meneruskan kelas Bluma dan tentu saja kelasnya sendiri. Teman inilah yang ak…

Dunia Kecilku

by: Ratna W. Anggraini
Memori semakin dipenuhi keegoisan menggiring dalam kesendirian menuju perpecahan memihak hati yang penuh amarah sembunyi aku di sudut ruang yang tak ada cahaya bisa bersapa Aku takut
Ada luka nyata dalam diam yang semakin perih belum sampai dhuha aku ada matahariku hancur berkeping lalu pada siapa aku bergantung
Aku ada karena sebab dua insan menjelma matahari setelah hancur aku tetap ada namun tak sempurna

Agustus, 2017 Kepada; Atilla

Yang Tak Pernah Kusampaikan

by: Ratna W. Anggraini
yang tak pernah kusampaikan padamu adalah rindu yang tak sempat kau tanyakan padaku adalah bagaimana aku bisa menyimpannya rapat-rapat tanpa membiarkanmu tahu dan yang kusesalkan setelahnya adalah bertemu denganmu karena akhir ceritaku selalu sama tak ada jeda tak ada sempat sebab mendoakanmu cukup bagiku

05.08.2017

Affatul Lisan (Bahayanya Lisan)

Hal-hal yang berkaitan dengan lisan yang berbahaya 1. Ungkapan yang tidak berguna (latah) 2. Berbicara yang berlebihan 3. Ungkapan yang mendekati kebathilan dan maksiat 4. Bercanda dan bersenda gurau yang berlebihan 5. Ungkapan yang menyakitkan 6. Melaknat 7. Bernyanyi dan bersyair 8. Membocorkan rahasia 9. Ghibah (menceritakan keburukan orang lain) 10. Sanjungan yang menjerumuskan

Setiap perkataan ada malaikat yang mencatat (surat Al Kahf 18)
Celakalah ia yang berbohong hanya ingin membuat orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia.
(Lihat Al Isra 53)
Kita masuk surga bukan karena ibadah, tapi karena rahmat Allah.
Ketika laknat dilepaskan, dia akan mencari sasarannya, kalau ia (laknat) tak menemukan sasarannya, ia akan kembali ke orang yang melaknat.

Sekecil Sepi di Ujung Pagi

by: Ratna W. Anggraini
Sepi menari di ujung pagi Sendiri Tak berkekasih Masih ada geliat sisa mimpi
Di pelukan mentari ramah pada hari yang tak bernama meninggalkan bekas senyum tanpa setitik rasa
Masih pagi Aku dikunjungi sepi Seorang diri
Lalu mati

Merapikan Harapan

by: Ratna W. Anggraini
Betapa pandir diriku melupa saat bahagia berserah kala berduka mengira keyakinan tak dapat berubah Aku berserah di antara dua bintang yang terang Menggantungkan harapan pada bulan yang sabit
Tubuh ini gigil merasa cinta yang memanggil mengantar harapan untuk sedikit dirapikan

Ajak Aku Berhijrah

by: Ratna W. Anggraini
Banyak jalan telah kutempuh pun banyak liku yang beradu Kau tahu bagaimana masa laluku
menjelang sore aku berlalu mencari dirimu Lalu aku menemukanmu di senja yang menggantung
Ajak aku berhijrah berkali kuucap pada senyummu yang hampir malam dan aku masih melihat cahaya itu di matamu
Sekali lagi ajak aku berhijrah ajak aku bertemu dengannya katakan padanya bahwa kita bersama dalam halaqah yang sama

Pemberi Janji

by: Ratna W. Anggraini
Tuhan memberiku sepotong hati Bukan untuk kau sakiti Kau datang dengan berbagai janji Kau tunjuk beberapa bukti Akhirnya hatiku terpatri
Suatu ketika aku mengadu padaNya sepenuh jiwa dan raga Namun aku semakin hilang rasa Kau hilang tiba-tiba
Aku mengadu Engkau menjauh Dimana, aku tak tahu Kulempar dadu Mencari kemana arahmu Apakah aku telah tertipu
Tuhan menuntunku pelan Tapi aku tak kunjung tersadarkan Rasanya semua pahit telah kutelan Tak pantaskah sekarang bahagia kudapatkan


Kepada sepotong hati di negeri kakek Hitler 7. 10. 2017