Posts

Showing posts from July, 2017

Affatul Lisan (Bahayanya Lisan)

Hal-hal yang berkaitan dengan lisan yang berbahaya 1. Ungkapan yang tidak berguna (latah) 2. Berbicara yang berlebihan 3. Ungkapan yang mendekati kebathilan dan maksiat 4. Bercanda dan bersenda gurau yang berlebihan 5. Ungkapan yang menyakitkan 6. Melaknat 7. Bernyanyi dan bersyair 8. Membocorkan rahasia 9. Ghibah (menceritakan keburukan orang lain) 10. Sanjungan yang menjerumuskan

Setiap perkataan ada malaikat yang mencatat (surat Al Kahf 18)
Celakalah ia yang berbohong hanya ingin membuat orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia.
(Lihat Al Isra 53)
Kita masuk surga bukan karena ibadah, tapi karena rahmat Allah.
Ketika laknat dilepaskan, dia akan mencari sasarannya, kalau ia (laknat) tak menemukan sasarannya, ia akan kembali ke orang yang melaknat.

Sekecil Sepi di Ujung Pagi

by: Ratna W. Anggraini
Sepi menari di ujung pagi Sendiri Tak berkekasih Masih ada geliat sisa mimpi
Di pelukan mentari ramah pada hari yang tak bernama meninggalkan bekas senyum tanpa setitik rasa
Masih pagi Aku dikunjungi sepi Seorang diri
Lalu mati

Merapikan Harapan

by: Ratna W. Anggraini
Betapa pandir diriku melupa saat bahagia berserah kala berduka mengira keyakinan tak dapat berubah Aku berserah di antara dua bintang yang terang Menggantungkan harapan pada bulan yang sabit
Tubuh ini gigil merasa cinta yang memanggil mengantar harapan untuk sedikit dirapikan

Ajak Aku Berhijrah

by: Ratna W. Anggraini
Banyak jalan telah kutempuh pun banyak liku yang beradu Kau tahu bagaimana masa laluku
menjelang sore aku berlalu mencari dirimu Lalu aku menemukanmu di senja yang menggantung
Ajak aku berhijrah berkali kuucap pada senyummu yang hampir malam dan aku masih melihat cahaya itu di matamu
Sekali lagi ajak aku berhijrah ajak aku bertemu dengannya katakan padanya bahwa kita bersama dalam halaqah yang sama

Pemberi Janji

by: Ratna W. Anggraini
Tuhan memberiku sepotong hati Bukan untuk kau sakiti Kau datang dengan berbagai janji Kau tunjuk beberapa bukti Akhirnya hatiku terpatri
Suatu ketika aku mengadu padaNya sepenuh jiwa dan raga Namun aku semakin hilang rasa Kau hilang tiba-tiba
Aku mengadu Engkau menjauh Dimana, aku tak tahu Kulempar dadu Mencari kemana arahmu Apakah aku telah tertipu
Tuhan menuntunku pelan Tapi aku tak kunjung tersadarkan Rasanya semua pahit telah kutelan Tak pantaskah sekarang bahagia kudapatkan


Kepada sepotong hati di negeri kakek Hitler 7. 10. 2017

Dendam Rindu

by: Ratna W. Anggraini
Jelaga bertubi menutup wajah Tersembunyi senyum tanpa suara Pada api ia tinggalkan segenggam rasa Lewat sulur yang membuatnya padam Dendam redam dan Boom Detak jantung semakin kencang Disaksikan setengah hati yang masih pantang Detik berdetak pula Seirama Rindu yang masih menggebu Tidak tahu pada siapa harus berlabuh Sebab biru telah abu-abu