Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Affatul Lisan (Bahayanya Lisan)



Hal-hal yang berkaitan dengan lisan yang berbahaya
1. Ungkapan yang tidak berguna (latah)
2. Berbicara yang berlebihan
3. Ungkapan yang mendekati kebathilan dan maksiat
4. Bercanda dan bersenda gurau yang berlebihan
5. Ungkapan yang menyakitkan
6. Melaknat
7. Bernyanyi dan bersyair
8. Membocorkan rahasia
9. Ghibah (menceritakan keburukan orang lain)
10. Sanjungan yang menjerumuskan


Setiap perkataan ada malaikat yang mencatat (surat Al Kahf 18)

Celakalah ia yang berbohong hanya ingin membuat orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia.

(Lihat Al Isra 53)

Kita masuk surga bukan karena ibadah, tapi karena rahmat Allah.

Ketika laknat dilepaskan, dia akan mencari sasarannya, kalau ia (laknat) tak menemukan sasarannya, ia akan kembali ke orang yang melaknat.


Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa