Posts

Showing posts from October, 2017

Tolong Aku Ibuk

by: Ratna W. Anggraini
Ibuk, aku sedang bermimpi Negara api menyerang kembali Orang-orang kehilangan jati diri Para penjajah datang lagi
Ibuk, bangunkan aku Sebelum berubah tingkah laku Sebelum tinggal segala ragu Dan akhirnya kita terbuang jauh
Ibuk, Ibuk, Ibuk Bumi semakin lapuk Penghuninya dibuat mabuk Siapa yang salah jika semakin terpuruk
Siram air di wajahku Cubit aku bila perlu Atau cukup sentil telingaku Agar aku yakin, mimpi buruk ini sedang mengganggu



Tentang Kutu yang Berfaedah

Image
Saya bukan pembaca ulung, tapi saya akan lebih kasihan ketika mendapati diri saya terlalu kalap membeli buku-buku. Ketika buku-buku yang saya borong di toko-toko atau bahkan di pusat penjualan buku bekas terbiarkan sendirian di pojokan kamar, kedinginan. Jarang membukanya, karena beralasan (sok) sibuk. Butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Saya suka mengoleksi buku. Terutama sampulnya. Misal, hari ini saya ingin buku bersampul biru, maka saya akan pergi ke toko buku dan mencari sampul biru, membaca sinopsis dan informasi buku tersebut, kalau cocok ya khitbah, eh... bayar ke kasir maksudnya.
Menyebut diri sebagai pengoleksi buku, tanpa pernah tahu isi-isi buku yang ia koleksi adalah kebodohan dan kerugian yang haqiqi. Sungguh apa yang kita ucapkan, apa yang kita pikirkan, adalah salah satu hasil dari membaca. Buku bagaikan isi dunia. Pernah kepikiran gak sih keliling dunia tanpa perlu keluar duit banyak? Nah, bacalah buku. Banyak buku-buku yang membahas keindahan dan keeksotisan dari…

Senandung Hitam

by: Ratna W. Anggraini
Aku berjalan di pelataran malam Membawa sepucuk mawar merah Kutenteng juga sebuah tas penuh harapan Kaki terus melangkah Tak peduli angin semakin giat menyapa Sayup-sayup menusuk sampai ke tulang
Aku berhenti tepat lima langkah Di depan sebuah rumah tua tak berpenghuni Yang menggantung papan di terasnya Dihiasi temaram lampu neon lima watt Bertuliskan dua rangkai bait "Senandung Hitam di sini mimpimu disemayamkan"

Surabaya, 14 Oktober 2017


Menguak Rahasia Sepasang Kaos Kaki Hitam

Image
Ebook ini direkomendasikan kepada saya oleh seorang teman. Sebenarnya saya lebih suka membaca buku cetak daripada buku elektronik. Namun, teman saya bilang bahwa cerita dalam buku ini akan membuat saya selesai membacanya dalam sekali duduk. Bayangkan, 691 halaman benar-benar berhasil saya lahap dalam tiga jam saja. Namun tidak benar jika saya membacanya dalam sekali duduk, karena saya juga sempat selonjoran, tengkurap, dan bahkan telentang hingga saya duduk kembali. Dari paragraf-paragraf pembuka langsung berhasil menyihir saya untuk terus mengikuti alurnya.

“Untuk secangkir teh di pagi hari dan kenangan yang selalu menyertainya...”

Buku ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Ari, berasal dari Kalimantan yang merantau ke Karawang karena dia mendapat panggilan kerja di sana. Pada malam pertama sebagai anak kos, dia bertemu dengan perempuan manis dan cantik, tapi aneh. Perempuan itu penghuni kamar kos yang berhadapan dengan kamar kosnya. Pertemuan pertamanya dengan perempuan i…