Posts

Showing posts from October, 2017

Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Tolong Aku Ibuk

by: Ratna W. Anggraini Ibuk, aku sedang bermimpi Negara api menyerang kembali Orang-orang kehilangan jati diri Para penjajah datang lagi Ibuk, bangunkan aku Sebelum berubah tingkah laku Sebelum tinggal segala ragu Dan akhirnya kita terbuang jauh Ibuk, Ibuk, Ibuk Bumi semakin lapuk Penghuninya dibuat mabuk Siapa yang salah jika semakin terpuruk Siram air di wajahku Cubit aku bila perlu Atau cukup sentil telingaku Agar aku yakin, mimpi buruk ini sedang mengganggu

Tentang Kutu yang Berfaedah

Image
Saya bukan pembaca ulung, tapi saya akan lebih kasihan ketika mendapati diri saya terlalu kalap membeli buku-buku. Ketika buku-buku yang saya borong di toko-toko atau bahkan di pusat penjualan buku bekas terbiarkan sendirian di pojokan kamar, kedinginan. Jarang membukanya, karena beralasan (sok) sibuk. Butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Saya suka mengoleksi buku. Terutama sampulnya. Misal, hari ini saya ingin buku bersampul biru, maka saya akan pergi ke toko buku dan mencari sampul biru, membaca sinopsis dan informasi buku tersebut, kalau cocok ya khitbah, eh... bayar ke kasir maksudnya. Menyebut diri sebagai pengoleksi buku, tanpa pernah tahu isi-isi buku yang ia koleksi adalah kebodohan dan kerugian yang haqiqi. Sungguh apa yang kita ucapkan, apa yang kita pikirkan, adalah salah satu hasil dari membaca. Buku bagaikan isi dunia. Pernah kepikiran gak sih keliling dunia tanpa perlu keluar duit banyak? Nah, bacalah buku. Banyak buku-buku yang membahas keindahan dan keeksotis

Senandung Hitam

 by:  Ratna W. Anggraini Aku berjalan di pelataran malam Membawa sepucuk mawar merah Kutenteng juga sebuah tas penuh harapan Kaki terus melangkah Tak peduli angin semakin giat menyapa Sayup-sayup menusuk sampai ke tulang Aku berhenti tepat lima langkah Di depan sebuah rumah tua tak berpenghuni Yang menggantung papan di terasnya Dihiasi temaram lampu neon lima watt Bertuliskan dua rangkai bait "Senandung Hitam di sini mimpimu disemayamkan" Surabaya, 14 Oktober 2017

Menguak Rahasia Sepasang Kaos Kaki Hitam

Image
Ebook ini direkomendasikan kepada saya oleh seorang teman. Sebenarnya saya lebih suka membaca buku cetak daripada buku elektronik. Namun, teman saya bilang bahwa cerita dalam buku ini akan membuat saya selesai membacanya dalam sekali duduk. Bayangkan, 691 halaman benar-benar berhasil saya lahap dalam tiga jam saja. Namun tidak benar jika saya membacanya dalam sekali duduk, karena saya juga sempat selonjoran, tengkurap, dan bahkan telentang hingga saya duduk kembali. Dari paragraf-paragraf pembuka langsung berhasil menyihir saya untuk terus mengikuti alurnya. “Untuk secangkir teh di pagi hari dan kenangan yang selalu menyertainya...” Buku ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Ari, berasal dari Kalimantan yang merantau ke Karawang karena dia mendapat panggilan kerja di sana. Pada malam pertama sebagai anak kos, dia bertemu dengan perempuan manis dan cantik, tapi aneh. Perempuan itu penghuni kamar kos yang berhadapan dengan kamar kosnya. Pertemuan pertamanya dengan perempua

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa