Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Senandung Hitam


 by: Ratna W. Anggraini

Aku berjalan di pelataran malam
Membawa sepucuk mawar merah
Kutenteng juga sebuah tas penuh harapan
Kaki terus melangkah
Tak peduli angin semakin giat menyapa
Sayup-sayup menusuk sampai ke tulang

Aku berhenti tepat lima langkah
Di depan sebuah rumah tua tak berpenghuni
Yang menggantung papan di terasnya
Dihiasi temaram lampu neon lima watt
Bertuliskan dua rangkai bait
"Senandung Hitam
di sini mimpimu disemayamkan"


Surabaya, 14 Oktober 2017



Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa