Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Yang Tak Sengaja Tersisihkan



by: Ratna W. Anggraini


Aku menangis tanpa air mata
membisu, tanpa suara
menumpuk kesedihan tanpa pundak
rapuh jemu mendadak

senyap, runtuh dibuai mimpi
adakah ikhlas mengusik nurani
aku tak sengaja kau sisihkan
di pertemanan yang tergadaikan

adakah aku hilang
atau kau yang tak pernah datang
adakah aku tak menemukanmu
atau kau lupa menemuiku

Dinding tempatku bersandar mulai dingin
namun aku tetap tegak seperti yang kauingin
aku menunggumu di antara sepi
namun terlalu ironi

Surabaya, 16 Desember 2017

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa