Posts

Showing posts from 2018

Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

VERBEN A1: AKKUSATIV, DATIV, DATIV-AKKUSATIV

Akkusativ 1.  abholen 2.  absagen 3.  ankreuzen 4.  anmachen 5.  anrufen 6.  anschauen 7.  ansehen 8.  anziehen 9.  aufmachen 10.  aufräumen 11.  ausmachen 12.  backen 13.  beantworten 14.  beginnen 15.  begrüßen 16.  benutzen 17.  beraten 18.  besichtigen 19.  besuchen 20.  bezahlen 21.  brauchen 22.  buchstabieren 23.  einkaufen 24.  einladen 25.  essen 26.  feiern 27.  finden 28.  fragen 29.  haben 30.  hören 31.  kennen 32.  kochen 33.  korregieren 34.  lehren 35.  lernen 36.  lesen 37.  machen 38.  markieren 39.  mieten 40.  mitbringen 41.  nehmen 42.  notieren 43.  packen 44.  parken 45.  renovieren 46.  reparieren 47.  rufen 48.  servieren 49.  singen 50.  spielen 51.  sprechen 52.  suchen 53.  tragen 54.  trinken 55.  veranstalten 56.  vergessen 57.  verstehen 58.  versuchen 59.  wählen 60.  wiederholen Dativ 1.  antworten 2.  begegnen 3.  dank

Asyiknya Menulis Cerpen bersama GenPres Nurul Hayat

Image
Sekitar sembilan belas anak yang mengikuti kelas menulis begitu antusias, meski ada beberapa anak yang belum bisa hadir pada hari ini (25/3). Mereka yang tergabung dalam Generasi Prestasi atau yang disebut Genpres ini mengikuti pelatihan menulis secara berkala yang diadakan oleh Nurul Hayat bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena Surabaya. Genpres merupakan program beasiswa dari Nurul Hayat yang diberikan untuk siswa-siswa dhuafa dari berbagai sekolah. Di Nurul Hayat Surabaya sendiri, salah satu program yang diberikan kepada siswa Genpres yaitu pelatihan kepenulisan ini, sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan dan bakat siswa.  Bersama class expert Genpres NH Kelas dilaksanakan di hari Ahad setiap pukul 9.00 sampai 11.00 WIB. Di pertemuan pertama diisi dengan pengenalan tentang kepenulisan dan buku-buku yang biasa dibaca. Pertemuan kedua sudah mulai masuk ke materi fiksi dan nonfiksi. Nah, pada petemuan ketiga ini, saya mencoba mengajak mereka yang memang sebagian bes

Berkatalah yang Baik atau Diam

Tidak semua yang kamu lihat saat itu adalah apa yang sebenarnya terjadi. Bisa jadi kamu hanya melihat dari satu sisi. Bukankah masih ada banyak sisi yang juga harus kita perhatikan? Lalu masalahnya adalah apakah kita mampu menerima semua sisi itu dengan lapang dada. Kita masih manusia, yang masih menjadi tempat salah dan dosa. Tidak ada manusia sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanyalah milikNya semata, Sang Pemilik Jiwa. Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini selalu dibekali kelebihan dan kekurangan, namun kebanyakan orang terlalu fokus pada kekurangan orang lain. Pernah dengar kisah setitik noktah pada selembar kertas putih? Seorang bos tengah mengadakan tes pada para calon pegawainya. Bos itu memberikan masing-masing selembar kertas bernoktah pada calon pegawainya. Lalu sang Bos memberikan sebuah pertanyaan “Apakah yang kamu lihat pada kertas itu?” Mayoritas calon pegawainya menjawab “titik hitam”. Padahal ada yang lebih luas namun tak terlihat, yaitu kertas put

Keutamaan dan Kemuliaan Para Penuntut Ilmu

Utlubul ilmah minah mahdi illal lahdi Tuntutlah ilmu dari lahir sampai ke liang lahat. Empat keutamaan para penuntut ilmu 1. Allah akan menunjukkan jalan ke surga, dimudahkan jalannya. Katena dengan ilmu orang bisa mendapatkan dunia. Dengan ilmu orang akan lebih taat dengan Allah. Seperti ketaatan Abu Hurairah Kisah semangkuk susu abu hurairah. Abu hurairah duduk dalam keadaan perut kosong, kkemudian Rasul lewat dan melihatnya. Diajaklah abu hurairah ke rumahnya. Di rumah Rasul ada semangkuk susu.  Rasul menyuruh Abu Hurairah memanggil kaum suffah (orang yg tidak punya apa-apa yang tinggal di Makkah, kaum Muhajirin. Kaum suffah). Sami'na waatho'na, berangkatlah Abu Hurairah memanggilnya. Diberikan susu itu ke ahli suffah. 2. Disejajarkan dalam kesaksian para malaikat. (Ali imron 18) 3. Menjadi jubir untuk membantah para pendosa. Seperti Ustaz Zakir Naik dengan ilmunya, bisa mematahkan teori-teori atheis. 4. Orang yang berilmu lebih utama

Kisah Bayi Ungu Terong (part I)

Image
Sekitar 23 tahun yang lalu, ada kisah seorang bayi dilahirkan dalam kondisi tubuh yang ungu terong. Tidak menangis dan tidak bergerak. Namun sedikit bernapas. Sang Bidan memukul bayi itu, berharap suara tangisan mampu menyelamatkannya dari ambang kematian. Jantung sang bayi mulai melemah, ibunya sesenggukan dalam kelelahannya. Bidan masih tak berhenti berusaha. "Lalu setelah sekian lama, kenapa kisah itu diangkat kembali, apa yang terjadi pada sang bayi?" tanyanya padaku,  "apa yang terjadi pada bayi itu?" desaknya. Bayinya menangis. "Alhamdulillah," dia bernapas lega. Tapi sang ibu tiba-tiba merasakan mulas di perutnya. Bidan memeriksa. Ternyata masih ada satu bayi kecil lagi di perut sang ibu. Bidan memberikan bayi ungu terong kepada asistennya dan beralih menolong persalinan kedua. Butuh waktu yang sedikit menegangkan, namun bayi kedua berhasil keluar. "Apa bayinya ungu terong lagi? Apa bayinya menangis?" dia sangat penasa

Untuk Ayah

Oleh: Ratna W. Anggraini Belasan tahun silam engkau putuskan pergi tanpa kata tanpa isyarat tanpa kenang saat itu usiaku masih bisa dihitung dengan jari tak paham tentang apa itu perpisahan Untuk Ayah, kau bilang akan kembali setiap sore di ambang pintu aku menanti menunjukkan diri agar mudah dikenali Lalu aku beranjak dewasa mengumpulkan semua cerita tentangmu namun tetap aku tak punya asa untuk melanjutkan mimpi bertemu denganmu Untuk Ayah, aku tak pernah melihatmu lagi sebenarnya kapan engkau kembali aku rindu aku punya banyak cerita untukmu Jl. Tunjungan, 24.2.2018

Aku, Kamu dan FLP: Kujemput Hidayah Karena MengenalMu

Image
Oleh: Ratna W. Anggraini Pernah dengar istilah “writing for healing”? Atau bahkan kamu baru membaca kalimat itu pada tulisan ini? Bagi saya kalimat tersebut benar adanya, menulis untuk penyembuhan. Apa itu artinya seseorang harus sakit dulu agar bisa menulis? Tidak! Namun ada beberapa orang yang harus berjuang untuk sembuh dengan cara menulis. Sembuh dari sakit yang kadang tak bisa terprediksi oleh dokter, sakit yang tidak bisa terlihat oleh orang lain, sakit yang seolah hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri. Ketika diri sendiri merasa depresi, tertekan oleh sebab tertentu yang tak ingin orang lain tahu. Sebab terkadang bila orang lain tahu, tidak akan menyembuhkan, bahkan akan menambah luka yang tak nampak tapi terasa. Mungkin hanya akan ada dua puluh persen dari orang yang berinteraksi dengan kita yang peduli, sisanya entahlah. Dari keresahan itulah sehingga menulis menjadi salah satu cara mengobati diri. Tidak banyak orang yang melakukannya. Tapi saya melakukannya.

Ukhuwah Wathaniyah Bagian dari Fitrah Manusia

#SafariSubuh #UkhuwahWathaniyah Masjid Al Falah Surabaya, 25 Jumadil Awal 1439/11.02.2018 Disampaikan oleh tuan Guru Bajang Dr. H. M. Zainul Majdi, MA (Hafiz Quran&Gubernur NTB) Diringkas semampunya oleh Ratna W. Anggraini Membangun keistiqomahan itu tidak bisa sendirian. Mari saling mengajak, menasihati, mengingatkan. Yang demikian adalah esensi amal maruf nahi munkar. Allah jadikan shubuh sebagai stimulus, bukan pada jumlah rakaatnya, tapi pada esensinya. Maknai shubuh kita sebagai inspirasi, bahwa semangat shubuh menjadi pembukaan awal semangat kita. Awal hari, awali dengan kebaikan, rawat sampai akhir hayat nanti. Di antara awal dan akhir, perbaguslah perbuatan kita. #KajianKebangsaan Ukhuwah Wathaniyah adalah bagian dari fitrah manusia. Kita punya keterikatan kepada tanah tempat kita lahir. Islam datang sesuai dengan Fitrah manusia. "Engkau Makkah adalah bumi yang paling dicintai," kata Rasul, "Tapi sayang, saya harus keluar sebentar,

Kaku

by: Ratna W. Anggraini Sekaku laku Kau dan aku Jauh terpaku Kau terpukul liku Aku terpukau Sesekali aku ingin sendiri Tak ingin diganggu meski hanya sekali Tenang saja, aku tak akan lari Apalagi jauh pergi Aku hanya sedang menekuri mimpi Meski yah sedikit ironi 10.02.2018

Bulan dan Punguk

by: Ratna W. Anggraini Sebuah punguk telah merindu bulan perlahan rasa tumbuh diiringi rinai-rinai sendu bila bulan telah izinkan ia tinggal sungguh bahagia Namun sesal menghampiri perlahan namun pasti bulan hanyalah bulan yang bersinar untuk semua tak hanya si punguk Bulan ditakdirkan terang untuk malam yang gelap malam semua orang malam yang sendu malam yang dimiliki punguk dan semua orang Bungurasih, 3 Februari 2018 kepada: Galih

Caraku Melihatmu

by: Ratna W. Anggraini secawan kopi menawan rindu secarik kertas menarik rasa sebait puisi mengait cinta setapak duka menguak luka Kau, ribuan kemungkinan yang ingin kupertahankan Kau, candu pada ayat-ayat Tuhan yang telah kubaca Tapi seperti kopi Selalu ada pahit yang kau sisa Surabaya, 27 Januari 2018

Mayat-mayat Cinta: Ketika Cinta Ditolak, Akankah Hidupmu Berakhir?

Image
Disampaikan oleh Ustaz Marzuki Imron, Al Madani Mosque , 19.1.2018 dirangkum oleh Ratna W. Anggraini T-Terima Apapun kejadian dari Allah, terima, syukuri. Allah tidak akan memberikan kekurangan tanpa kelebihan. Selalu ada hikmah di balik kejadian. Termasuk saat Anda mendapatkan sebuah penolakan cinta. Hal tersebut jangan jadikan untuk menjadikan Anda sebagai mayat-mayat cinta. Hidup tapi seberti mayat, gagal move on dari bayang-bayang mantan. Let it go ! Terima saja atas apa yang telah Allah kasih pada kita. M- Move on Semakin kamu mengingat dia, semakin kamu akan mengingat apa pun yang berkaitan dengannya, tinggalkan, move on , pergilah, agar hatimu sembuh. Waktu akan menyembuhkan. Waktu itu mengubah seseorang Bagi mereka yg sibuk mengingat masa lalu, waktunya akan terhenti. Move on !!! Semakin melihatnya, maka Anda akan semakin terluka. Tinggalkan. Berpalinglah pada hal-hal positif yang bisa membuat Anda lupa, bila diperlukan. Tinggalkan semu

Doa Cinta

by: Ratna W. Anggraini Jika rindumu hanya melulu tentang hujan semoga ia mampu mengurai luka yang tercipta Jika rindumu membawa air mata Percayalah, selalu ada doa yang bisa membuatnya bahagia Cinta bukan tentang bagaimana peraasaan itu muncul tapi bagaimana perasaan itu tetap utuh. Rinduku bukan lagi tentang hujan yang kau tunggu atau  tentang air mata yang enggan berteduh Ia telah bertakhta Berharap pasrah pada Pemilik Jiwa Membagi resahnya pada setiap doa yang terjamah.  Jika menunggu adalah takdirku maka biarlah seperti itu Terkadang menunggu tak semembosankan yang kau tahu Cinta pada dunia akan pergi Cinta pada manusia akan mati Cinta pada Ilahi Rabbi akan kekal abadi.

Hadiah dari Langit

by: Ratna W. Anggraini Membiarkan angin memeluknya, adalah cara daun meninggalkan pohon. Demi sepucuk tunas yang harus berkembang. Sedangkan membiarkan bisikan hujan merayap ke otak, adalah caraku menemukanmu. Sebab kau akan hadir di antara butiran gerimis yang melesap ke dalam ingatan.

Masa Lalu

by: Ratna W. Anggraini Aku tak berani menoleh ke belakang Tidak untuk saat ini Aku belum terlalu berani Aku melihat ke depan dari kejauhan Samarsamar kulihat sebuah sosok Di antara sinar bulan dan lampu neon Menatap tajam dari sebuah sudut Kilatan matanya menembus pupilku Aku termenung Tapi tak meratap Aku sedikit bingung Tapi terus menatap Masih banyak yang akan tertanggung Entah apakah aku semakin siap

Rasa Rindu

by: Ratna W. Anggraini Mengurai kasih di wajah pagi Disinari pijar hangat sang mentari Di istana biru langit Kita mengurai bait-bait aksara Akan indahnya rindu Akan rebak wangi cinta di sela ranting hati Tatap indah cahaya Bisikan rasa tak mampu terucap Bibir kelu jemari kaku Urai makna rasa berdentang dalam debar Berdenyut merasuk sukma Dalam diam kucoba meraba bahasa jiwa Ketika helai demi helai rasa menerpa Di rona wajah nan sendu Nampak secerca senyum damai indah tersemai di relung 

Sudahkah Kita Mengenal Rasullallah dengan Baik?

Sifat-sifat Rasul yang harus kita ketahui 1. Manusia biasa, yang makan, minum, melakukan kegiatan manusiawi, sebagai contoh untuk manusia lainnya. Rasul bukan malaikat. 2. Terpelihara dari kesalahan dan dosa, bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan, tapi terpelihara. Kalaupun berbuat salah pasti akan ditegur oleh Allah dan selalu ada hikmahnya. Kisah: Ibn Umi Maksum (dalam surat Abasa) Wajah Rasul bermuka masam karena ada seorang buta yang datang dalam majlisnya, lalu Allah tegur Rasul tentang itu. 3. Rasul tidak pernah berbohong, selalu jujur, mengatakan yang benar. Saking jujurnya, usaha Rasul lancar. 4. Rasul itu cerdas, selalu punya siasat dan strategi 5.Amanah, sampai-sampai orang Quraisy menitipkan barangnya pada Rasul 6. Tabliq, menyampaikan. 7. Komitmen Tugas Rasul -Mengemban risalah dakwah -Mengenalkan Al Khaliq kepada umatnya -Mengajarkan kepada umatnya cara beribadah yang benar. -Menyampaikan pedoman hidup, agar hidup terarah. Ka

Pasrah

by: Ratna W. Anggraini Tak bisa kutulis tepat resah di penghujung hari aku hilang dalam lautan ego dan emosi Di antara nama yang kucari tak satu pun kutemukan dua suku kata yang tak asing bagi diri ka mu Kita terjebak pertengkaran tanpa kompromi kita lupa meredam ego diri aku bertahan sendiri kamu mati sendiri dalam bayang kisah masa lalu Biar langit yang putuskan tentang akhir sebuah kisah aku pasrah

Di Jerman, Sampah Gak Ada yang Sia-sia

Hallo Leute, nemu catatan zaman old nih, zaman kuliah dulu. Materi kuliah sekitar dua tahun lalu, yaitu tentang penanganan sampah di Jerman. Jerman itu termasuk negara yang disiplin dan rapi. Semua-muanya ada aturannya. Bahkan perihal sampah pun tak luput mereka perhatikan juga. Penanganan sampah di Jerman benar-benar dimulai dari rumah. Begitu juga di lingkungan perkantoran, perusahaan, dan pertokoan. Sampah sudah dipilah-pilah berdasarkan jenisnya dari titik pertama produksi sampah. Setiap perumahan penduduk, toko, kantor, restoran, supermarket dan industri di Jerman wajib memiliki minimum dua macam tong sampah yang disediakan dinas kebersihan pemerintah daerah setempat. Ukurannya beragam bergantung berapa banyak sampah yang dibuang setiap pekannya. Ada beberapa jenis tong sampah yang disediakan dan berbeda-beda fungsinya. Ditandai dengan warna tong sampah tersebut. Tong yang tutupnya berwarna hijau digunakan buat pembuangan sampah organik yang bisa langsung dikomposkan. Sedang

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa