Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Sudahkah Kita Mengenal Rasullallah dengan Baik?



Sifat-sifat Rasul yang harus kita ketahui
1. Manusia biasa, yang makan, minum, melakukan kegiatan manusiawi, sebagai contoh untuk manusia lainnya. Rasul bukan malaikat.
2. Terpelihara dari kesalahan dan dosa, bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan, tapi terpelihara. Kalaupun berbuat salah pasti akan ditegur oleh Allah dan selalu ada hikmahnya.
Kisah: Ibn Umi Maksum (dalam surat Abasa)
Wajah Rasul bermuka masam karena ada seorang buta yang datang dalam majlisnya, lalu Allah tegur Rasul tentang itu.
3. Rasul tidak pernah berbohong, selalu jujur, mengatakan yang benar. Saking jujurnya, usaha Rasul lancar.
4. Rasul itu cerdas, selalu punya siasat dan strategi
5.Amanah, sampai-sampai orang Quraisy menitipkan barangnya pada Rasul
6. Tabliq, menyampaikan.
7. Komitmen

Tugas Rasul
-Mengemban risalah dakwah
-Mengenalkan Al Khaliq kepada umatnya
-Mengajarkan kepada umatnya cara beribadah yang benar.
-Menyampaikan pedoman hidup, agar hidup terarah.

Karakteristik Risalah Nabi
-Nabi Muhammad adalah penutup para nabi

Musailamah Al Khadzab (nabi palsu)
Khadzab artinya pendusta, pembohong.

Diperangi oleh Abu Bakar, perang dipimpin Khalid bin Walid. Pertempuran Yamamah.Musailamah mati.
Musailamah ingin menandingi Alquran.

"Zaman sekarang, kalau ada orang sejenius apapun yang mengaku nabi, itu pasti nabi palsu."

-Risalahnya menghapus risalah sebelumnya.
Di zaman nabi Musa, ia harus membunuh dirinya sendiri sebagai tanda pertaubatan.
Di zaman nabi Muhammad, taubat harus istighfar. Tidak lagi membunuh diri sendiri

-Membenarkan nabi-nabi sebelumnya. Antara nabi yang awal dan sesudahnya tidak ada yang bertentangan, tapi membenarkan.

-Menyempurnakan risalah-risalah sebelumnya.
-Diutus untuk seluruh ummat manusia.

Konsekuensi kita kepada Rasul
-membenarkan apa yang disampaikannya (mengimaninya)
Sahabat Rasul yang selalu dan paling membenarkan Rasul adalah Abu Bakar, sampai digelari As Shidiq.
-Menaati apa yang diperintahkannya. Menaati rasul sama dengan menaati Allah.
-Juga menjauhi apa yang dilarang.
-Tidak beribadah kecuali apa yang telah disyariatkannya.

Kewajiban kita kepada Rasul
-Mengimaninya
-Mencintainya
-Mengagungkannya semata karena Allah--bersholawat kepadanya
-Membelanya. Ketika agama kita dihina, kita bela.
-Mencintai mereka yang mencintai Rasul.
-Menghidupkan sunnahnya, kita kerjakan apa yang disenangi oleh Rasul.
-Memperbanyak Sholawat
-mengikuti manhajnya

Hasil mengikuti Rasul
-kebaikan dunia dan akhirat.
Kebaikan di dunia: dicintai Allah
-mendapatkan rahmat dan petunjuk dari Allah
-Mendapatkan kemuliaan
Kebaikan di akhirat
-Mendapatkan syafaat (pertolongan) dari Rasul
-Keceriaan wajah
-Berdampingan dengan Rasul
-Keberuntungan



#HalaqahCinta 13.01.2018
Masjid Al Akbar Surabaya


Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa