Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Ukhuwah Wathaniyah Bagian dari Fitrah Manusia


#SafariSubuh #UkhuwahWathaniyah
Masjid Al Falah Surabaya, 25 Jumadil Awal 1439/11.02.2018
Disampaikan oleh tuan Guru Bajang Dr. H. M. Zainul Majdi, MA (Hafiz Quran&Gubernur NTB)
Diringkas semampunya oleh Ratna W. Anggraini

Membangun keistiqomahan itu tidak bisa sendirian. Mari saling mengajak, menasihati, mengingatkan. Yang demikian adalah esensi amal maruf nahi munkar.
Allah jadikan shubuh sebagai stimulus, bukan pada jumlah rakaatnya, tapi pada esensinya. Maknai shubuh kita sebagai inspirasi, bahwa semangat shubuh menjadi pembukaan awal semangat kita. Awal hari, awali dengan kebaikan, rawat sampai akhir hayat nanti.
Di antara awal dan akhir, perbaguslah perbuatan kita.

#KajianKebangsaan
Ukhuwah Wathaniyah adalah bagian dari fitrah manusia. Kita punya keterikatan kepada tanah tempat kita lahir.
Islam datang sesuai dengan Fitrah manusia.
"Engkau Makkah adalah bumi yang paling dicintai," kata Rasul, "Tapi sayang, saya harus keluar sebentar, karena penduduknya mengusirku."
Meski penduduknya jahat, tidak baik, Rasul tidak pernah melupakan tanah kelahirannya, Rasul sayang tanah kelahirannya. Tidak membuat Rasul hilang rasa pada tanah kelahirannya.
Cinta tanah air tak hanya sekadar Fitrah, tapi menjadi sebab seseorang mengangkat senjata bila direbut dari kita. Cintai tanah air.
Kalau kita diusir, dijajah dari tanah sendiri, tak ada yang tersisa, maka angkatlah senjata.

Ketika ummat ribet urusan kiblat,
Kata Allah "Urusan kiblat itu penting, tapi ada yang lebih penting yaitu keimanan kepada Allah, menegakkan sholat, dan di antara yang penting-penting itu adalah menunaikan komitmen-komitmen dan janji-janji.
Islam is about comitment.
Semua hal yang kita sepakati, itulah yang akan mengatur kita. Apabila tak kita sepakati, pasti ada yang kacau, rusak.
Islam mengajak kita untuk komitmen, bahkan pada hal yang sederhana sekalipun.
Bagaimana cara kita mencintai Indonesia,
mulai komitmen pada hal-hal yang kecil. Tidak menganggap remeh aturan.
Mentradisikan perbuatan baik dalam kehidupan kita. Sunnatullah. Allah akan jaga kita, apabila kita mentradisikan perbuatan baik, menjalankan sunnahNya.
Rasul itu tidak menolong orang sekadar-sekadar. Bantu orang jangan hitung-hitungan, tuntaskan.
Perbuatan baik itu akan melindungi Anda. Perbuatan baik itu yang akan membawa keberkahan.
#TradisikanPerbuatanBaik




Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa