Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Ukhuwah Wathaniyah Bagian dari Fitrah Manusia


#SafariSubuh #UkhuwahWathaniyah
Masjid Al Falah Surabaya, 25 Jumadil Awal 1439/11.02.2018
Disampaikan oleh tuan Guru Bajang Dr. H. M. Zainul Majdi, MA (Hafiz Quran&Gubernur NTB)
Diringkas semampunya oleh Ratna W. Anggraini

Membangun keistiqomahan itu tidak bisa sendirian. Mari saling mengajak, menasihati, mengingatkan. Yang demikian adalah esensi amal maruf nahi munkar.
Allah jadikan shubuh sebagai stimulus, bukan pada jumlah rakaatnya, tapi pada esensinya. Maknai shubuh kita sebagai inspirasi, bahwa semangat shubuh menjadi pembukaan awal semangat kita. Awal hari, awali dengan kebaikan, rawat sampai akhir hayat nanti.
Di antara awal dan akhir, perbaguslah perbuatan kita.

#KajianKebangsaan
Ukhuwah Wathaniyah adalah bagian dari fitrah manusia. Kita punya keterikatan kepada tanah tempat kita lahir.
Islam datang sesuai dengan Fitrah manusia.
"Engkau Makkah adalah bumi yang paling dicintai," kata Rasul, "Tapi sayang, saya harus keluar sebentar, karena penduduknya mengusirku."
Meski penduduknya jahat, tidak baik, Rasul tidak pernah melupakan tanah kelahirannya, Rasul sayang tanah kelahirannya. Tidak membuat Rasul hilang rasa pada tanah kelahirannya.
Cinta tanah air tak hanya sekadar Fitrah, tapi menjadi sebab seseorang mengangkat senjata bila direbut dari kita. Cintai tanah air.
Kalau kita diusir, dijajah dari tanah sendiri, tak ada yang tersisa, maka angkatlah senjata.

Ketika ummat ribet urusan kiblat,
Kata Allah "Urusan kiblat itu penting, tapi ada yang lebih penting yaitu keimanan kepada Allah, menegakkan sholat, dan di antara yang penting-penting itu adalah menunaikan komitmen-komitmen dan janji-janji.
Islam is about comitment.
Semua hal yang kita sepakati, itulah yang akan mengatur kita. Apabila tak kita sepakati, pasti ada yang kacau, rusak.
Islam mengajak kita untuk komitmen, bahkan pada hal yang sederhana sekalipun.
Bagaimana cara kita mencintai Indonesia,
mulai komitmen pada hal-hal yang kecil. Tidak menganggap remeh aturan.
Mentradisikan perbuatan baik dalam kehidupan kita. Sunnatullah. Allah akan jaga kita, apabila kita mentradisikan perbuatan baik, menjalankan sunnahNya.
Rasul itu tidak menolong orang sekadar-sekadar. Bantu orang jangan hitung-hitungan, tuntaskan.
Perbuatan baik itu akan melindungi Anda. Perbuatan baik itu yang akan membawa keberkahan.
#TradisikanPerbuatanBaik




Comments

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa