Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Untuk Ayah



Oleh: Ratna W. Anggraini

Belasan tahun silam engkau
putuskan pergi
tanpa kata tanpa isyarat
tanpa kenang
saat itu usiaku masih bisa
dihitung dengan jari
tak paham tentang apa
itu perpisahan

Untuk Ayah,
kau bilang akan kembali
setiap sore di ambang pintu
aku menanti
menunjukkan diri agar
mudah dikenali

Lalu aku beranjak dewasa
mengumpulkan semua cerita
tentangmu
namun tetap aku tak punya asa
untuk melanjutkan mimpi
bertemu denganmu

Untuk Ayah,
aku tak pernah melihatmu lagi
sebenarnya kapan engkau kembali
aku rindu
aku punya banyak cerita untukmu


Jl. Tunjungan, 24.2.2018

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa