Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Asyiknya Menulis Cerpen bersama GenPres Nurul Hayat



Sekitar sembilan belas anak yang mengikuti kelas menulis begitu antusias, meski ada beberapa anak yang belum bisa hadir pada hari ini (25/3). Mereka yang tergabung dalam Generasi Prestasi atau yang disebut Genpres ini mengikuti pelatihan menulis secara berkala yang diadakan oleh Nurul Hayat bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena Surabaya. Genpres merupakan program beasiswa dari Nurul Hayat yang diberikan untuk siswa-siswa dhuafa dari berbagai sekolah. Di Nurul Hayat Surabaya sendiri, salah satu program yang diberikan kepada siswa Genpres yaitu pelatihan kepenulisan ini, sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan dan bakat siswa. 


Bersama class expert Genpres NH


Kelas dilaksanakan di hari Ahad setiap pukul 9.00 sampai 11.00 WIB. Di pertemuan pertama diisi dengan pengenalan tentang kepenulisan dan buku-buku yang biasa dibaca. Pertemuan kedua sudah mulai masuk ke materi fiksi dan nonfiksi. Nah, pada petemuan ketiga ini, saya mencoba mengajak mereka yang memang sebagian besar tertarik pada materi fiksi ini untuk membuat cerpen. Bertahap memang, tujuannya agar mereka bisa lebih memahami materi secara mendetail. Diawali dengan menentukan  penokohan, membuat outline dan membuat sinopsis.

Asyiknya menulis cerpen.

Tiga puluh menit pertama, kelas diisi dengan review materi sebelumnya. Selanjutnya lebih banyak ke praktik langsung dan diskusi ringan serta tanya jawab santai. Hasilnya bermacam-macam. Karena setiap pertemuan durasinya hanya dua jam, jadi tulisan siswa ada yang selesai dan ada yang tidak. Saking asyiknya menulis cerpen, tidak terasa waktu sudah mau berlalu, tapi semangat mereka terus melaju. Mereka cukup baik dalam menangkap materi yang diberikan, hal ini membuat saya cukup puas. Bakal cerpen yang mereka buat pun cukup baik meski ada yang belum maksimal hari ini. Harapannya di pertemuan selanjutnya, kami dapat melanjutkan cerita yang dibuat dengan lebih baik lagi. Semangat Genpres kelas expert!

See you next time, guys!

Sampai bertemu di pertemuan selanjutnya.

*Ratna W. Anggraini


Comments

Post a Comment

Hai, Kawan. Kamu bisa tinggalkan komentar, bila kamu suka tulisan ini yaaa ... :) Terima kasih sudah membaca.

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa