Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Asyiknya Menulis Cerpen bersama GenPres Nurul Hayat



Sekitar sembilan belas anak yang mengikuti kelas menulis begitu antusias, meski ada beberapa anak yang belum bisa hadir pada hari ini (25/3). Mereka yang tergabung dalam Generasi Prestasi atau yang disebut Genpres ini mengikuti pelatihan menulis secara berkala yang diadakan oleh Nurul Hayat bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena Surabaya. Genpres merupakan program beasiswa dari Nurul Hayat yang diberikan untuk siswa-siswa dhuafa dari berbagai sekolah. Di Nurul Hayat Surabaya sendiri, salah satu program yang diberikan kepada siswa Genpres yaitu pelatihan kepenulisan ini, sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan dan bakat siswa. 


Bersama class expert Genpres NH


Kelas dilaksanakan di hari Ahad setiap pukul 9.00 sampai 11.00 WIB. Di pertemuan pertama diisi dengan pengenalan tentang kepenulisan dan buku-buku yang biasa dibaca. Pertemuan kedua sudah mulai masuk ke materi fiksi dan nonfiksi. Nah, pada petemuan ketiga ini, saya mencoba mengajak mereka yang memang sebagian besar tertarik pada materi fiksi ini untuk membuat cerpen. Bertahap memang, tujuannya agar mereka bisa lebih memahami materi secara mendetail. Diawali dengan menentukan  penokohan, membuat outline dan membuat sinopsis.

Asyiknya menulis cerpen.

Tiga puluh menit pertama, kelas diisi dengan review materi sebelumnya. Selanjutnya lebih banyak ke praktik langsung dan diskusi ringan serta tanya jawab santai. Hasilnya bermacam-macam. Karena setiap pertemuan durasinya hanya dua jam, jadi tulisan siswa ada yang selesai dan ada yang tidak. Saking asyiknya menulis cerpen, tidak terasa waktu sudah mau berlalu, tapi semangat mereka terus melaju. Mereka cukup baik dalam menangkap materi yang diberikan, hal ini membuat saya cukup puas. Bakal cerpen yang mereka buat pun cukup baik meski ada yang belum maksimal hari ini. Harapannya di pertemuan selanjutnya, kami dapat melanjutkan cerita yang dibuat dengan lebih baik lagi. Semangat Genpres kelas expert!

See you next time, guys!

Sampai bertemu di pertemuan selanjutnya.

*Ratna W. Anggraini


Comments

Post a Comment

Hai, Kawan. Kamu bisa tinggalkan komentar, bila kamu suka tulisan ini yaaa ... :) Terima kasih sudah membaca.

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa