Posts

Showing posts from 2019

Sebentar di Blitar Begitu Berkesan

Image
Blitar, cetar! Andai kami diberi waktu lebih banyak lagi di sini, akan kami kunjungi semua tempat-tempat luar biasa yang tersembunyi di sudut-sudut Blitar. Namun meski hanya sebentar, kebahagiaan itu tetap menguar. Ini adalah bagian kedua dari perjalanan kami selama di Blitar. Bagian satu sudah kutuntaskan pada tulisan "Menuju Blitar" klik di sini

Pantai Pasir Putih Blitar, 27 November 2019, 07:15 WIB
Sekitar satu jam perjalanan dari rumah Mbak Putri ke pantai pasir putih. Dengan medan yang luar biasa naik turun bukit, Pak Agus, sopir kami membawa elf dengan lihai. Namun tetap saja ada kawan yang tak kuat menerima turbulensi yang terjadi. Kendati demikian, akhirnya kami semua sampai tujuan dengan selamat. Suara kegirangan kawan-kawan berjumpa dengan pantai sangat terasa. Semua bersiap meluapkan kebahagiaan.

Semesta bicara, aku bisa mendengar suaranya lewat ombak yang mendebur. Yap, aku kembali ke pantai setelah sembilan bulan lamanya. Kali terakhir saat ke Gili Labak, masih age…

Menuju Blitar: Bersama, Kami Tak Gentar

Image
Bagian Satu


Hampir setiap tahun, Forum Lingkar Pena Surabaya mengagendakan rekreasi menulis. Dan sejak aku bergabung menjadi bagian dari keluarga ini, rasa-rasanya aku belum pernah absen mengikuti agenda yang satu ini. Dari yang tujuannya dekat hingga yang jauh. Dari yang ikut hanya beberapa, hingga akhirnya menjadi banyak. Bagi sebagian orang, setiap perjalanan selalu menarik sekalipun kembali mengunjungi tempat yang sama. Momen dan orang-orang yang bersama kita saat itulah yang memberi kesan yang luar biasa. Ibaratnya bukan ke mananya, tapi dengan siapa, hehe. Namun bagiku, tak masalah mau bepergian sendiri atau rame-rame, asalkan bisa menikmatinya dengan maksimal. Asalkan bisa sejenak meluruhkan beban-beban yang mengganggu pikiran. Kali ini kesenanganku tak kubiarkan sendiri. Bersama keluarga kecil ini, akan kumaksimalkan bahagiaku. Yeah!
Rencana tak lagi jadi wacana, selalu saja ada orang-orang di balik layar yang dengan sepenuh jiwa raga menyiapkan perjalanan ini. Alih-alih menggug…

Maafkan Aku, Mbul.

Sebuah mimipi buruk menyadarkanku dari tidur. Aku tidak ingin menuliskan perihal mimpi itu di sini. Karena bila suatu saat nanti aku membaca tulisan ini lagi, biarlah aku hanya ingat telah bermimpi buruk, tanpa mengingat isi mimpinya. Ada Mbul dalam mimpiku, hingga hatiku cukup terusik tak tenang. Bersyukur azan Subuh lantas menenangkan. Segera kuambil wudu dan menunaikan kewajiban. Selepas salat kuambil ponsel dan mengirim pesan pada grup kami, setidaknya Mbul akan membaca pesanku. Aku hanya ingin memastikan bahwa dia baik-baik saja. Aku memberitahunya bahwa aku bermimpi buruk, itu saja. Katanya mimpi buruk tak boleh diceritakan, cukup pikirkan itu hanya bunga tidur dan lekas lupakan. 
Seperti biasa, aku berangkat kerja. Dan kebetulan sekali aku ada tugas ke luar kota. Tugas ke luar kota mengharuskanku lebih sibuk dari biasanya. Tak banyak waktu untuk mengecek ponsel. Menjelang siang, aku mendapat pesan dari Mbul. Sambil bekerja, aku mengusahakan tetap membalas pesannya. Namun perca…

Perasaan

Setiap kali aku memikirkanmu, rasanya aku bukan menjadi diriku sendiri, dan aku tak suka itu. Siapa kamu... berani-beraninya mengusik pikiranku. Kamu datang sesukamu dan pergi juga sesukamu. Tidak tahu sejak kapan kita bertemu, tiba-tiba saja semesta menjadikan kita teman. Sampai akhirnya perasaan itu tumbuh. Perasaan kagum padamu, bersemayam di hatiku. membentuk taman bunga yang bisa bermekaran kapan saja. Dan setiap aku sadar, bahwa tak seharusnya aku memiliki perasaan itu, taman itu pun seketika layu. Aku berusaha keras melupakanmu, sangat keras. Sampai mendekati berhasil... sapaan sepelemu menghancurkan semua pertahananku. Ah betapa lemahnya aku. Aku tak suka diriku yang lemah. Penyakit asmara harus dihancurkan, karena ia melemahkan. Ya aku tahu, aku tak bisa menyalahkanmu yang memang ditakdirkan ada di kehidupanku yang sebentar ini. Perasaan ini juga tak bersalah. Hanya waktunya saja yang tidak tepat. Dan aku tak suka itu. 
~Raniah, 19 Ramadan 1440H

Lima Tanda Cinta dari FLP

Image
Jika kau telusuri tiga huruf “FLP“ pada mesin pencarian di internet, maka akan kau temukan banyak penjelasan tentang makna dari ketiga huruf itu. Begitulah kemudahan mendapatkan informasi di era saat ini. Berbekal kuota atau bahkan wifi gratis yang mudah didapatkan dimana-mana, kau bisa berseluncur di dunia maya tanpa batas. Termasuk mencari informasi tentang FLP. FLP sendiri adalah akronim dari Forum Lingkar Pena. Sebuah organisasi kepenulisan yang lahir pada 22 Februari 1997. Organisasi yang didirikan dengan tujuan membagi seberkas cahaya bagi orang-orang yang menganggap kegiatan menulis adalah bagian dari ibadah, sebagai dakwah bil qalam, serta membuat karya-karya yang mencerahkan dan menginspirasi.

Tahun 2014 silam adalah sebuah anugerah bagiku bisa bertemu dengan FLP. Lewat FLP aku mejemput hidayah. Lima tahun lebih aku membaur dengan lingkungan FLP, dan sudah banyak cinta yang kudapatkan. Jika cinta hanya sekadar kau maknai bertemunya perasaan antara dua insan yang dimabuk asmar…