Perasaan

Setiap kali aku memikirkanmu, rasanya aku bukan menjadi diriku sendiri, dan aku tak suka itu. Siapa kamu... berani-beraninya mengusik pikiranku. Kamu datang sesukamu dan pergi juga sesukamu. Tidak tahu sejak kapan kita bertemu, tiba-tiba saja semesta menjadikan kita teman. Sampai akhirnya perasaan itu tumbuh. Perasaan kagum padamu, bersemayam di hatiku. membentuk taman bunga yang bisa bermekaran kapan saja. Dan setiap aku sadar, bahwa tak seharusnya aku memiliki perasaan itu, taman itu pun seketika layu. Aku berusaha keras melupakanmu, sangat keras. Sampai mendekati berhasil... sapaan sepelemu menghancurkan semua pertahananku. Ah betapa lemahnya aku. Aku tak suka diriku yang lemah. Penyakit asmara harus dihancurkan, karena ia melemahkan. Ya aku tahu, aku tak bisa menyalahkanmu yang memang ditakdirkan ada di kehidupanku yang sebentar ini. Perasaan ini juga tak bersalah. Hanya waktunya saja yang tidak tepat. Dan aku tak suka itu. 

~Raniah, 19 Ramadan 1440H


Comments