Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Perasaan

Setiap kali aku memikirkanmu, rasanya aku bukan menjadi diriku sendiri, dan aku tak suka itu. Siapa kamu... berani-beraninya mengusik pikiranku. Kamu datang sesukamu dan pergi juga sesukamu. Tidak tahu sejak kapan kita bertemu, tiba-tiba saja semesta menjadikan kita teman. Sampai akhirnya perasaan itu tumbuh. Perasaan kagum padamu, bersemayam di hatiku. membentuk taman bunga yang bisa bermekaran kapan saja. Dan setiap aku sadar, bahwa tak seharusnya aku memiliki perasaan itu, taman itu pun seketika layu. Aku berusaha keras melupakanmu, sangat keras. Sampai mendekati berhasil... sapaan sepelemu menghancurkan semua pertahananku. Ah betapa lemahnya aku. Aku tak suka diriku yang lemah. Penyakit asmara harus dihancurkan, karena ia melemahkan. Ya aku tahu, aku tak bisa menyalahkanmu yang memang ditakdirkan ada di kehidupanku yang sebentar ini. Perasaan ini juga tak bersalah. Hanya waktunya saja yang tidak tepat. Dan aku tak suka itu. 

~Raniah, 19 Ramadan 1440H


Comments

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa