Posts

Showing posts from 2020

Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara mu…

Tips Mencari Pekerjaan Sampingan di Tengah Pandemi

Wabah corona ini benar-benar bukan wabah yang main-main. Dampaknya begitu besar bagi beberapa sektor industri. Banyak perusahaan yang terpaksa harus mengurangi jumlah pekerjanya. Ada pula yang masih dipekerjakan, tapi gaji tak bisa dibayarkan secara penuh. Melihat situasi dan kondisi seperti sekarang ini, tentu kita harus bijak dalam menjalankan keuangan. Mulai menerapkan sistem prioritas atas barang-barang yang akan dibeli. Bukan saatnya untuk berhura-hura. Pemasukan berkurang, tetapi pengeluaran bisa jadi tetap. Neraca keuangan tak lagi seimbang. Mencari pekerjaan pun susah. Sebelum corona saja sudah susah, apalagi lagi ada corona seperti sekarang ini. Kita harus pandai memutar siklus keuangan. Beberapa orang mulai mencari pekerjaan tambahan untuk menutupi kebutuhan yang kurang. Namun ternyata hal tersebut juga tidak mudah. Tetapi percayalah, pasti ada jalan. Kita hanya perlu bersabar dan tetap terus berusaha.Mencari pekerjaan sampingan atau mulai membuka usaha kecil-kecilan adalah …

Mengatasi Kebosanan Selama di Rumah Saja

Image
Sudah hampir dua bulan, masyarakat Indonesia mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah saja selama terdampak wabah Covid-19. Enggak perlu dibayangkan gimana bosannya. Hampir semua orang yang sudah patuh di rumah saja pasti bakal mengalami di mana ia akan berada di titik jenuh. Baru kali ini ngerasain kalau rebahan juga bisa sebosan ini. Hampir semua kegiatan dilakukan dari rumah. Apalagi memasuki bulan Ramadan seperti sekarang ini. Meski tidurnya orang berpuasa adalah pahala, bukan berarti kita akan tidur dari selesai salat Subuh hingga tiba waktu berbuka kan, bangun cuma buat salat, terus tidur lagi. Oh betapa ruginya. Tetapi karena rebahan sudah dimulai dari sebelum bulan Ramadan, rasanya rasa bosan semakin meningkat. Nah biar kita enggak ngerasa bosan, kita bisa lakuin kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Ya hitung-hitung sekalian ngabuburit kan ya. 1.Video Call sama teman-temanCara ini cukup ampuh untuk mengatasi kebosanan. Video call sama teman, ngelihat mukanya yang diri…

Bagaimana Aku Mengenal Buku

Image
Sebenarnya bingung juga mau mengawali tulisan ini darimana. Orang bilang, cara menulis ya dengan memulainya. Oke, udah dua kalimat ... lanjut! Haha. Sebelum terjun ke dunia tulis-menulis seperti sekarang ini, dulunya aku lebih suka membaca aja. Tapi ternyata benar kata pepatah “Buku Adalah Jendela Dunia”. Dengan membaca, kita bisa tahu banyak hal. Dan akhirnya banyaknya pengetahuan yang kita serap dari membaca itulah yang bisa membuat kita lebih mudah menuangkan ide-ide dalam tulisan. Membaca sangat berkorelasi dengan menulis. Dua hal tersebut bagaikan dua sisi mata uang yang tak saling berkaitan. Kalau ditanya apakah aku sangat mencintai buku? Tidak juga! Aku aku suka buku-buku dan sangat menghargainya. Terlepas dari apa saja genre yang sudah aku baca. Pun prosesku mencintai buku-buku tak terjadi begitu saja. Keluarga bukan keluarga pegiat literasi. Tak ada banyak buku di rumahku. Saudara-saudaraku juga tak banyak yang gemar membaca. Beruntungnya aku dipertemukan dengan sosok-sosok l…

Semua Serba Daring

Image
Tak hanya kegiatan belajar mengajar sekolah yang dilakukan dari rumah. Semua kegiatan komunitas atau organisasi pun kini ikut dilakukan secara daring. Setiap komunitas biasanya memiliki waktu tertentu untuk mengadakan perkumpulan di suatu tempat untuk membahas sesuatu. Namun dalam situasi pandemi seperti ini, hal itu tak lagi bisa dilakukan. Semua harus memutar otak agar kegiatan tetap berjalan meski tak bisa bertemu secara langsung. Forum Lingkar Pena (FLP), salah satu organisasi yang kuikuti. Aku cukup aktif di FLP sejak 2014. Tahun 2019, aku diamanahi menjadi ketua FLP cabang Surabaya. Setahun kepemimpinanku, kegiatan kami berjalan lancar dengan adanya rutinan bertemu. Kemudian pandemi ini datang di tahun keduaku memimpin. Sebuah PR besar bagi kami para pengurus agar kegiatan tetap berjalan. Akhirnya kami putuskan untuk tetap melakukan kegiatan secara daring. Dari bedah karya, tadarus daring, nulis daring dan lain sebagainya. Namun kendala lain muncul, yaitu kapasitas internet kuat…

New Nomal: Tatanan Kehidupan Baru di Tengah Pandemi

Image
Wabah corona virus disease 2019 (covid-19) belum menampakkan tanda-tanda berhenti. Semua orang masih terus berusaha memutus tali persebaran dan penularan covid-19. Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) sudah menyatakan bahwa terdapat potensi virus ini masih aka nada di tengah masyarakat dan tidak akan segera menghilang. Vaksin terhadap virus ini juga belum ditemukan. Sehingga kita masih akan berdampingan dengan covid-19. Sementara itu, roda kehidupan masih terus berputar. Semua orang tak bisa selamanya di rumah saja. Tak bisa selamanya bekerja dari rumah. Ada kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Tak bisa dimungkuri, banyak orang yang sudah kehilangan pekerjaan dan tak lagi berpenghasilan. Karena tak semua jenis pekerjaan bisa terus-terusan dikerjakan dari rumah. Oleh karena itu, saat ini muncul istilah New Normal. Sebuah tatanan kehidupan baru yang harus kita hadapi di masa pandemi ini. Pemerintah akan mengatur agar kehidupan kembali berjalan normal, namun tetap mengikuti protokol-p…

Ketika Stigma Lebih Bahaya dari Corona

Image
Sudah hampir dua bulan kita di rumah saja untuk mengikuti arahan pemerintah. Wabah corona bukanlah hal remeh temeh, itulah mengapa statusnya kini pandemi, diwaspadai di seluruh negeri. Kendati demikian, masih saja ada orang-orang yang meremehkan virus ini. Berdalih kematian di tangan Tuhan, menerjang aturan yang dibuat oleh pemerintah. Tak peduli himbauan untuk mengisolasi diri secara mandiri di rumah, meminimalkan kegiatan yang melibatkan perkumpulan banyak orang. Padahal semakin hari, kabar tentang kasus kematian akibat corona tak kunjung padam. Justru korban semakin meningkat. Kalau sudah demikian, orang-orang yang awalnya meremehkan mungkin sedikit terusik. Semoga kesadaran lekas menghampiri mereka, betapa makhluk kecil yang bahkan tak kasat mata itu, begitu mematikan.Berita tentang corona menyebar begitu cepat seantero negeri. Dengan adanya media sosial, berita-berita lak lagi bisa dibendung. Ada yang menelan mentah-mentah apa-apa saja berita yang didengar, ada yang cerdas memila…

Yang Akan Kulakukan Sesudah Pandemi Berakhir

Image
Seperti apakah kehidupan kita setelah pandemi corona ini berakhir, itulah kira-kira yang sempat terlintas di benakku. Sebelum pandemi, seringkali akan terdengar keluhan beberapa orang tentang kehidupannya. Yah, tentu saja hal tersebut manusiawi. Ada kalanya manusia akan mengeluh pada waktunya. Mengeluh tentang sekolah yang tak kunjung libur, kerjaan yang seakan tiada ujung berhentinya. Harus capek-capek berkendara ke kantor. Sibuk menyiapkan agenda liburan. Sibuk mengantar barang. Merindukan liburan di akhir pekan. Namun, setelah adanya wabah corona ini, seolah harapan-harapan itu terkabul. Tak ada lagi agenda ke kantor, tak ada lagi kegiatan belajar di sekolah, tak ada agenda kumpul bersama teman di akhir pekan, dan sayangnya juga tak bisa liburan meskipun rencana sudah tersusun rapi. Bahkan salah satu nikmat yang tak bisa kita lakukan di tahun ini adalah beritikaf di masjid selama 10 malam terakhir Ramadan. Sungguh sedih memikirkannya.Sudah kurang lebih satu bulan, semua kegiatan di…

Ramadan Penuh Kejutan

Image
Dipikir berapa kali pun, Ramadan itu indah. Ramadan itu membahagiakan. Bulan yang ditunggu-tunggu. Bulan penuh rahmat, bulan penuh berkah, bulan bersabar, bulan Alquran, bulan penuh hidayah, bulan sedekah, dan begitu banyak definisi lainnya yang tak bisa dijabarkan satu per satu. Setiap amal baik yang kita kerjakan, akan dilipatgandakan sebanyak-banyaknya. Sekali pun Ramadan tahun ini berbeda karena harus di rumah saja untuk melawan penyebaran wabah corona, tetap saja, Ramadan selalu istimewa. Saat Ramadan, seolah-olah semangat ibadah kita semakin meningkat. Tentu saja, hal tersebut sangat diharapkan terjadi tak hanya di bulan Ramadan saja. Ramadan melatih kesabaran menghadapi segala cobaan yang datang. Meskipun begitu, kita harus selalu menyambut Ramadan dengan perasaan yang bahagia. Rasulullah saw. bersabda, “Telah datang pada kalian bulan Ramadan , bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta d…

Sahabat, Menerima Tanpa Syarat

Image
Memiliki banyak teman pasti sangat menyenangkan. Terlebih manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Setiap orang yang hidup pasti membutuhkan bantuan orang lain. Tapi terkadang tidak semua teman bisa kita jadikan sahabat, seseorang yang bisa menerima kita tanpa syarat. Persahabatan yang didasari atas rasa saling percaya, saling menghormati, dan saling mendukung. Tak hanya di saat senang, tetapi juga di saat kita terpuruk. Seorang sahabat yang baik, tak akan membiarkan sahabatnya berlarut dalam kesalahan. Ia akan memuji tanpa pamrih di hadapan orang lain tentang sahabatnya dan akan menasihati secara pribadi bila sahabatnya melakukan kesalahan. Sahabat adalah seseorang yang bisa membuat kita nyaman ketika kita sedang bersamanya. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Orang beriman (bergaul) bersama dengan manusia dan mereka merasa tenang bersamanya Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak (bergaul) bersama manusia dan dengannya mereka tidak merasa tenang.”Dalam menjalin pe…

Menahan Amarah di Bulan Ramadan

Image
Melakukan ibadah puasa tak berarti hanya menahan lapar dan haus. Tapi juga menahan hawa nafsu, termasuk harus bisa menahan amarah. Orang yang lapar dan haus, cenderung mudah emosi dan mengeluarkan amarah. Inilah salah satu ujian yang harus dilewati umat muslim di dunia ketika berpuasa. Susah sekali rasanya menahan emosi apalagi saat sedang berpuasa. Ada saja hal-hal yang akan membuat kita mengatakan kata-kata yang tak bermanfaat ketika kita tak bisa menahan diri. Hampir tidak ada manusia yang tidak pernah marah. Hanya saja marahnya setiap orang berbeda-beda. Tentu saja berbeda pula penyebab kemarahan yang diterima. Karena amarah sudah sejatinya ada di dalam diri manusia.Amarah bagaikan bara api yang siap menyala kapan saja dan di mana saja bila sudah tersulut oleh kobaran api. Bahkan tidak jarang perbuatan-perbuatan tindak pidana terjadi karena kemarahan. Lalu bagaimanakah kita bisa menahan diri untuk tidak marah? Apalagi di saat puasa. Puasa berarti mehan diri dari sesuatu. Bila amar…

Haruskah Aku Menyerah

Image
Membuat diri untuk bisa konsisten itu memang tidak mudah. Tak sekadar punya niat dan tekad yang kuat, tapi harus ditunjukkan lewat perbuatan. Konsisten terhadap apa pun. Konsisten belajar, konsisten memasak, konsisten menulis. Ah, ruwet! Ada aja godaan untuk berhenti. Tentu saja dengan banyak alasan. Dari alasan yang benar-benar menghambat hingga alasan yang dibuat-buat. Challenge menulis 20 hari menulis selama Ramadan, awalnya terdengar mudah. Duh Cuma dua puluh hari ini, pasti bisa, bisa. Nyatanya kalau memang tak terbiasa rasanya susah juga. Setiap orang punya waktu yang sama, 24 jam. Tapi pengelolaan tentu tak sama. Ada yang bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Ada pula yang terang-terangan mengabaikannya. Hasil tak akan pernah mengkhianati proses. Yap, pepatah itu seringkali menguatkanku. Man Jadda Wajada, barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil. Haruskah aku menyerah? Seringkali kalimat godaan itu terngiang-ngiang di kepala. Tetapi setiap kali mel…

Udah Setengah Jalan, Harus Lebih Semangat!

Image
Yay, alhamdulillah ... Ramadan sudah sampai di hari kelima belas. Gimana, masih semangat? Harus dong! Jangan sampai semangat kita menurun. Setengah perjalanan lagi menuju kemenangan. Harus lebih kreatif dan produktif. Ibadahnya lebih dikencengin. Tadarusnya dilanjutin, udah khatam berapa kali nih? Malu dong sama bocah-bocah yang masih belajar puasa dan mengaji. Harus bisa kasih contoh yang baik. Sedekahnya dibanyakin. Ramadan datang satu kali dalam setahun, jangan sampai di sia-siain. Belum tentu Allah kasih kita ketemu Ramadan di tahun depan. Rasanya sayang banget kalau bulan penuh perkah dan ampunan ini kita lewati dengan bermalas-malasan. Enggak mau kan, puasa cuma dapat lapar dan haus doang?Untuk menciptakan Ramadan yang produktif, kita perlu mulai menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Ramadan tahun ini, saya ikut challenge 20 hari menulis selama Ramadan yang diadakan FLP Surabaya. Sudah delapan hari berjalan. Awalnya saya pesimis untuk bisa bertahan minimal 3 hari, tapi sema…

Menuju Akad Tak Sekadar Punya Tekad

Image
April lalu saya ikut PO (Pre Order) bukunya Mbak Syilviya Romadika yang terbaru, Mendekap Harap Menuju Akad. Dua teman saya yang di Mojokerto juga ikut PO. Setelah beberapa pekan, dua teman saya mengabarkan kalau buku sudah datang di rumah masing-masing. Buku saya belum sampai di Surabaya. Oh mungkin karena ada PSBB, jadi pengiriman terlambat, pikir saya. Oke, sabar. Sampai beberapa hari menunggu, teriakan “Pakeeet” di depan pagar rumah tak kunjung terdengar. Ternyata setelah dikonfirmasi, saya hanya menuliskan alamat pengiriman tanpa menuliskan nama kota, dan adminnya pembelian buku inisiatif menuliskan kota tujuan Mojokerto, haha. Akhirnya paket dikembalikan ke pengirim, karena alamat tak terdeteksi di Mojokerto. Barakallah mimin Zul Bookstore, semoga sehat selalu, maafin saya yang kurang teliti, hehe. Ini kali ketiga drama pembelian buku yang saya alami. Tapi syukur alhamdulillah, kemarin lusa buku akhirnya datang juga. Pagi ini mumpung tanggal merah, saya sempatkan membacanya. Kar…