Posts

Showing posts from February, 2020

Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Pengalaman Mengajar Bahasa Jerman di Ruang Pelita

Image
Ruang Pelita adalah Ruang Pendampingan Psikologi & Literasi. Sebuah Forum yang didirikan oleh Bunda Sinta Yudisia. Beberapa kali saya pernah mengikuti kelasnya, dulu kepanjangan PELITA adalah Pengajian Literasi Sastra. Sekarang dilebarkan lagi sayapnya, mengingat Bunda Sinta adalah seorang psikolog sekaligus penulis. Di sana kami sering membahas banyak hal terkait literasi dan psikologi. Tapi kali ini ada yang menarik, saya diminta untuk mengisi kelas bahasa Jerman untuk pemula. Pesertanya dari teman-teman Pelita dan umum. Kelas ini diadakan secara cuma-cuma oleh Bunda Sinta, namun dibatasi untuk 15 peserta saja per kela. Menjelang hari pelaksanaan, Bunda Sinta mengabari bahwa animo masyarakat cukup baik dengan diadakannya kelas ini. Peserta yang mendaftar pada narahubung, lebih dari 15 orang terpaksa harus ditolak, mengingat kondisi ruang yang juga kurang memadai. Semoga ke depannya Ruang Pelita bisa berkembang dengan baik. Sudah sejak sepekan sebelumnya, saya begitu

Tentang Hati dan Keputusan

Hidup tidak pernah menjamin manusia untuk selalu menetap. Manusia akan selalu menjadi manusia yang pada akhirnya akan mengecewakan. Bila tidak mendengarkan kata hati dan terus mengulur waktu, hanya akan ada satu hal. Waktu tidak akan menunggu apalagi kembali membawamu pada yang telah berlalu. Bukan saatnya untuk meragu. Bila tak punya keteguhan dan berdiri di atas kaki sendiri, hanya ada dua pilihan. Berhenti atau menyerah!  Semua ini tentang keputusan. Pada dasarnya hidup adalah pilihan. Tidak peduli apa kata orang, bahkan hati sendiri kadang menjadi dua sisi dan saling berperang pendapat. Hati dan pikiran tak bisa dipisahkan. Begitu pun halnya dengan waktu dan keputusan. Bukan dia atau mereka, tapi aku. Bukan dia, mereka atau aku, tapi dirimu sendiri. Yang harus memikirkan dan memutuskan ke mana langkah harus melaju. Ke mana arah untuk bertemu. Lanjutkan atau lupakan. Katakanlah dirimu sudah siap, apabila semesta tak mendukung, segala hal bisa saja terjadi. Harus ada renca

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Menguak Rahasia Sepasang Kaos Kaki Hitam