Posts

Showing posts from February, 2020

Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Pengalaman Mengajar Bahasa Jerman di Ruang Pelita

Image
Ruang Pelita adalah Ruang Pendampingan Psikologi & Literasi. Sebuah Forum yang didirikan oleh Bunda Sinta Yudisia. Beberapa kali saya pernah mengikuti kelasnya, dulu kepanjangan PELITA adalah Pengajian Literasi Sastra. Sekarang dilebarkan lagi sayapnya, mengingat Bunda Sinta adalah seorang psikolog sekaligus penulis. Di sana kami sering membahas banyak hal terkait literasi dan psikologi. Tapi kali ini ada yang menarik, saya diminta untuk mengisi kelas bahasa Jerman untuk pemula. Pesertanya dari teman-teman Pelita dan umum. Kelas ini diadakan secara cuma-cuma oleh Bunda Sinta, namun dibatasi untuk 15 peserta saja per kela. Menjelang hari pelaksanaan, Bunda Sinta mengabari bahwa animo masyarakat cukup baik dengan diadakannya kelas ini. Peserta yang mendaftar pada narahubung, lebih dari 15 orang terpaksa harus ditolak, mengingat kondisi ruang yang juga kurang memadai. Semoga ke depannya Ruang Pelita bisa berkembang dengan baik. Sudah sejak sepekan sebelumnya, saya begitu

Tentang Hati dan Keputusan

Hidup tidak pernah menjamin manusia untuk selalu menetap. Manusia akan selalu menjadi manusia yang pada akhirnya akan mengecewakan. Bila tidak mendengarkan kata hati dan terus mengulur waktu, hanya akan ada satu hal. Waktu tidak akan menunggu apalagi kembali membawamu pada yang telah berlalu. Bukan saatnya untuk meragu. Bila tak punya keteguhan dan berdiri di atas kaki sendiri, hanya ada dua pilihan. Berhenti atau menyerah!  Semua ini tentang keputusan. Pada dasarnya hidup adalah pilihan. Tidak peduli apa kata orang, bahkan hati sendiri kadang menjadi dua sisi dan saling berperang pendapat. Hati dan pikiran tak bisa dipisahkan. Begitu pun halnya dengan waktu dan keputusan. Bukan dia atau mereka, tapi aku. Bukan dia, mereka atau aku, tapi dirimu sendiri. Yang harus memikirkan dan memutuskan ke mana langkah harus melaju. Ke mana arah untuk bertemu. Lanjutkan atau lupakan. Katakanlah dirimu sudah siap, apabila semesta tak mendukung, segala hal bisa saja terjadi. Harus ada renca

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa