Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Tentang Hati dan Keputusan


Hidup tidak pernah menjamin manusia untuk selalu menetap. Manusia akan selalu menjadi manusia yang pada akhirnya akan mengecewakan. Bila tidak mendengarkan kata hati dan terus mengulur waktu, hanya akan ada satu hal. Waktu tidak akan menunggu apalagi kembali membawamu pada yang telah berlalu. Bukan saatnya untuk meragu. Bila tak punya keteguhan dan berdiri di atas kaki sendiri, hanya ada dua pilihan. Berhenti atau menyerah! 

Semua ini tentang keputusan. Pada dasarnya hidup adalah pilihan. Tidak peduli apa kata orang, bahkan hati sendiri kadang menjadi dua sisi dan saling berperang pendapat. Hati dan pikiran tak bisa dipisahkan. Begitu pun halnya dengan waktu dan keputusan. Bukan dia atau mereka, tapi aku. Bukan dia, mereka atau aku, tapi dirimu sendiri. Yang harus memikirkan dan memutuskan ke mana langkah harus melaju. Ke mana arah untuk bertemu. Lanjutkan atau lupakan.

Katakanlah dirimu sudah siap, apabila semesta tak mendukung, segala hal bisa saja terjadi. Harus ada rencana-rencana yang sudah disiapkan untuk hal-hal yang tak terduga. Namun beberapa manusia secara spontan dan melakukan improvisasi atas kejadian-kejadian yang tak terduga itu. Lantas mana yang akan kita pilih. Tentang hati, pilihan, dan keputusan. Manusia sudah seharusnya tegas dalam memutuskan. Tidak ragu dengan hatinya dan percaya sepenuhnya pada-Nya.

Teruntuk; bayang-bayang di atas pukul empat sore, di bawah langit Surabaya, dan hilang saat malam menjelang. Bila tak bisa mengingat tak masalah. Bila tak bisa mengartikan tak mengapa. Katakan bahwa Tuhan Maha Mendengar atas segala doa-doa yang dilangitkan dalam sujud yang membumi.

Ratna W. Anggraini, 12022020

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa