Semangat Ramadan Tak Pernah Padam

Image
Banyak yang bilang, Ramadan tahun ini berbeda. Karena pandemi dan adanya wabah virus korona, kegiatan di masjid dibatasi bahkan ditiadakan. Tak hanya kegiatan di masjid, tapi hampir semua kegiatan yang membuat kerumunan diminimalkan. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memutus tali penyebaran virus korona. Tetapi bagiku, semangat Ramadan tak pernah berubah. Semangat Ramadan tak pernah padam. Justru di Ramadan tahun ini kuperhatikan semangat para saudara muslimku semakin bertambah. Karena semua kegiatan dilakukan di rumah saja, kini masing-masing rumah setidaknya memiliki seorang imam untuk tarawih. Yah benar, masjid memang dikosongkan, tetapi ibadah tentu saja harus tetap dilaksanakan. Tak ada yang namanya ibadah diberhentikan karena korona. Justru orang-orang semakin gencar menghidukan cahaya Ramadan di rumahnya masing-masing. Tak hanya itu saja, tadarus Alquran pun masih tetap menggema. Bahkan lebih keras di rumah-rumah. Tak hanya tadarus bersama keluarga. Beberapa saudara

Semua Serba Daring



Tak hanya kegiatan belajar mengajar sekolah yang dilakukan dari rumah. Semua kegiatan komunitas atau organisasi pun kini ikut dilakukan secara daring. Setiap komunitas biasanya memiliki waktu tertentu untuk mengadakan perkumpulan di suatu tempat untuk membahas sesuatu. Namun dalam situasi pandemi seperti ini, hal itu tak lagi bisa dilakukan. Semua harus memutar otak agar kegiatan tetap berjalan meski tak bisa bertemu secara langsung.

Forum Lingkar Pena (FLP), salah satu organisasi yang kuikuti. Aku cukup aktif di FLP sejak 2014. Tahun 2019, aku diamanahi menjadi ketua FLP cabang Surabaya. Setahun kepemimpinanku, kegiatan kami berjalan lancar dengan adanya rutinan bertemu. Kemudian pandemi ini datang di tahun keduaku memimpin. Sebuah PR besar bagi kami para pengurus agar kegiatan tetap berjalan. Akhirnya kami putuskan untuk tetap melakukan kegiatan secara daring. Dari bedah karya, tadarus daring, nulis daring dan lain sebagainya. Namun kendala lain muncul, yaitu kapasitas internet kuat yang tidak dimilki oleh semua anggota. Sehingga agenda daring yang kami laksanakan, belum pernah diikuti secara penuh oleh semua anggota. Namun sejauh ini, kegiatan daring yang kami lakukan cukup berjalan baik.

Selain berkegiatan, tak lupa kami juga saling menanyakan kabar. Mengingat latar belakang kesibukan yang berbeda-beda, tentu selain berorganisasi, kami juga memiliki kegiatan lain. Di FLP Surabaya sendiri anggotanya beragam. Ada yang masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi, beberapa sibuk bekerja, dan beberapa adalah ibu rumah tangga. Namun mereka masih mampu menyempatkan diri untuk hadir. Salut! Karena meski situasi memisahkan dan memberi jarak, tapi hati tak bisa dibohongi untuk tetap melepas rindu pada agenda-agenda daring.

Bertemu, tentu tetap dirindukan. Apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang ini. FLP Surabaya memiliki kegiatan rutinan Ramadan tiap tahunnya. Biasanya kami akan menyiapkan satu hari untuk melakukan buka bersama, berbagi dengan anak yatim, dan dilanjutkan dengan tarawih bersama. Tapi tahun ini, kami tak bisa melakukan semua itu. Namun ada wacana, kami berencana melakukan buber daring, meski teknisnya masih dalam proses “penggodokan”. Sebelum pandemi, di tahun-tahun sebelumnya di setiap momen syawal, kami akan mengadakan kegiatan halal bihalal sekaligus saling bertukar hadiah antar anggota. Entah bagaimana nanti ketika syawal datang tahun ini. Kami tak bisa bertemu untuk melakukan kegiatan halal bihalal dan saling tukar kado.

Rasanya sedikit aneh memang. Mungkin masih butuh penyesuaian atas kondisi saat ini. Rindu hanya bisa disampaikan lewat layar gawai saat ini. Namun asal tujuan masih sama, kegiatan akan berjalan dengan baik. Yang bisa diharapkan saat ini adalah kehidupan kembali normal seperti sedia kala. Dan semoga pandemi ini lekas berakhir. Hadapi semua dengan sabar dan tawakal. Anggap saja saat ini kita belajar dari corona. Belajar dalam masa pandemi. Sebuah pelajaran tentang kehidupan, cara bersyukur, cara menghadapi masa sulit yang menimpa semua orang.

Saat ini yang bisa kita lakukan adalah tetap bertahan di tengan pandemi dengan memanfaatkan teknologi digital. Selalu ada kelebihan dan kekurangan memang, tapi setidaknya kita tidak pernah memutuskan silaturrahmi dengan kawan. Meskipun di suasana Ramadan tahun ini terasa agak sedih. Apalagi di akhir Ramadan menuju syawal. Harapan untuk kumpul bersama di hari lebaran telah pupus sudah. Hal terbaik yang bisa kita lakukan sekarang adalah semua serba daring, maka lakukan kegiatan dengan cara terbaik dan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Ratna W. Anggraini

23 Ramadan 1441 H

 

#BERSEMADI_HARIKE-16

#InspirasiRamadan

#DiRumahAja

#FLPSurabaya


Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Karakteristik Pembelajaran Abad 21

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa