Terima Kasih untuk 26 Tahun

Image
Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.  KELUARGA YANG PERTAMA Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kit

Semua Serba Daring



Tak hanya kegiatan belajar mengajar sekolah yang dilakukan dari rumah. Semua kegiatan komunitas atau organisasi pun kini ikut dilakukan secara daring. Setiap komunitas biasanya memiliki waktu tertentu untuk mengadakan perkumpulan di suatu tempat untuk membahas sesuatu. Namun dalam situasi pandemi seperti ini, hal itu tak lagi bisa dilakukan. Semua harus memutar otak agar kegiatan tetap berjalan meski tak bisa bertemu secara langsung.

Forum Lingkar Pena (FLP), salah satu organisasi yang kuikuti. Aku cukup aktif di FLP sejak 2014. Tahun 2019, aku diamanahi menjadi ketua FLP cabang Surabaya. Setahun kepemimpinanku, kegiatan kami berjalan lancar dengan adanya rutinan bertemu. Kemudian pandemi ini datang di tahun keduaku memimpin. Sebuah PR besar bagi kami para pengurus agar kegiatan tetap berjalan. Akhirnya kami putuskan untuk tetap melakukan kegiatan secara daring. Dari bedah karya, tadarus daring, nulis daring dan lain sebagainya. Namun kendala lain muncul, yaitu kapasitas internet kuat yang tidak dimilki oleh semua anggota. Sehingga agenda daring yang kami laksanakan, belum pernah diikuti secara penuh oleh semua anggota. Namun sejauh ini, kegiatan daring yang kami lakukan cukup berjalan baik.

Selain berkegiatan, tak lupa kami juga saling menanyakan kabar. Mengingat latar belakang kesibukan yang berbeda-beda, tentu selain berorganisasi, kami juga memiliki kegiatan lain. Di FLP Surabaya sendiri anggotanya beragam. Ada yang masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi, beberapa sibuk bekerja, dan beberapa adalah ibu rumah tangga. Namun mereka masih mampu menyempatkan diri untuk hadir. Salut! Karena meski situasi memisahkan dan memberi jarak, tapi hati tak bisa dibohongi untuk tetap melepas rindu pada agenda-agenda daring.

Bertemu, tentu tetap dirindukan. Apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang ini. FLP Surabaya memiliki kegiatan rutinan Ramadan tiap tahunnya. Biasanya kami akan menyiapkan satu hari untuk melakukan buka bersama, berbagi dengan anak yatim, dan dilanjutkan dengan tarawih bersama. Tapi tahun ini, kami tak bisa melakukan semua itu. Namun ada wacana, kami berencana melakukan buber daring, meski teknisnya masih dalam proses “penggodokan”. Sebelum pandemi, di tahun-tahun sebelumnya di setiap momen syawal, kami akan mengadakan kegiatan halal bihalal sekaligus saling bertukar hadiah antar anggota. Entah bagaimana nanti ketika syawal datang tahun ini. Kami tak bisa bertemu untuk melakukan kegiatan halal bihalal dan saling tukar kado.

Rasanya sedikit aneh memang. Mungkin masih butuh penyesuaian atas kondisi saat ini. Rindu hanya bisa disampaikan lewat layar gawai saat ini. Namun asal tujuan masih sama, kegiatan akan berjalan dengan baik. Yang bisa diharapkan saat ini adalah kehidupan kembali normal seperti sedia kala. Dan semoga pandemi ini lekas berakhir. Hadapi semua dengan sabar dan tawakal. Anggap saja saat ini kita belajar dari corona. Belajar dalam masa pandemi. Sebuah pelajaran tentang kehidupan, cara bersyukur, cara menghadapi masa sulit yang menimpa semua orang.

Saat ini yang bisa kita lakukan adalah tetap bertahan di tengan pandemi dengan memanfaatkan teknologi digital. Selalu ada kelebihan dan kekurangan memang, tapi setidaknya kita tidak pernah memutuskan silaturrahmi dengan kawan. Meskipun di suasana Ramadan tahun ini terasa agak sedih. Apalagi di akhir Ramadan menuju syawal. Harapan untuk kumpul bersama di hari lebaran telah pupus sudah. Hal terbaik yang bisa kita lakukan sekarang adalah semua serba daring, maka lakukan kegiatan dengan cara terbaik dan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Ratna W. Anggraini

23 Ramadan 1441 H

 

#BERSEMADI_HARIKE-16

#InspirasiRamadan

#DiRumahAja

#FLPSurabaya


Comments

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Terima Kasih untuk 26 Tahun

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa