Terima Kasih untuk 26 Tahun


Tiada lagi yang bisa diucap selain rasa syukur pada sang pencipta semesta. Allah mempercayakan 26 tahun untuk saya gunakan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Dan masih lebih lagi. Entah, tak ada yang tahu kapan angka itu terus bertumbuh atau berhenti di dunia. Banyak sekali nikmat yang Dia beri untuk saya, tak bisa dihitung jumlahnya, baik yang saya sadari maupun tidak. Dia juga telah begitu baik menutup aib-aib setiap hambanya, hingga kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Tahun ini banyak sekali yang datang dan pergi sesuka hati, yang bertahan pun ada. Semua yang datang pasti akan pergi, tapi kita selalu punya kemungkinan untuk bertemu kembali, entah di kehidupan yang mana nanti. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku. 



KELUARGA YANG PERTAMA

Orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya tak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah keluarga yang saling melengkapi. Keluarga tempat kembali dan keluarga adalah tempat yang akan selalu menerima kita dalam keadaan dan kondisi apapun, kapanpun, bagaimanapun. Tahun ini begitu berbeda, tak ada lagi sosok Bapak di keluarga kami, Allah lebih sayang, namun Bapak akan selalu terkenang. Bapak yang biasanya bisa tiba-tiba romantis, Bapak yang biasanya tiba-tiba marah karena melindungi anak-anaknya, telah pergi selamanya. Hari ini Ibuk yang biasanya cenderung lebih malu-malu mengungkapkan cinta, membuat saya menitikkan air mata lagi dan lagi. Sepagi ini saya temukan secarik cinta dari Ibuk beserta kado istimewa. Sepasang anting emas di dalam wadah cincin. Ibu bilang, “biar romantis ditaruh tempat cincin. Tapi kalau cincin beneran, tunggu saja nanti kalau jodohmu sudah datang. Ibuk suka lihat kamu pakai anting, yah walaupun harus ditutup kerudung kalau keluar-keluar ya.” Ada-ada saja cinta Ibuk. Terima kasih juga untuk kakak-kakakku yang terus menyayangiku.





TEMAN-TEMAN YANG DIPERTEMUKAN DI MASJID

2012, kali pertama bertemu sosok-sosok hebat di masjid nasional Al Akbar dalam naungan organisasi remaja masjid. Dari tahun ke tahun dan semakin bertambah, hingga tersisa beberapa orang saja. Adalah mereka yang masih bertahan di sisi saya. Mereka adalah kakak-kakak saya, yang dipertemukan di tempat yang baik dan semoga kami akan selalu saling mendoakan. Wanita-wanita hebat dengan kisah-kisah hidupnya yang selalu menginspirasi. Tentu saja kami bukan manusia yang sempurna, tapi ya sekali lagi Allah yang akan menyempurnakan persahabatan ini. Menyatukan segala perbedaan yang kami miliki. Terima kasih selalu mengajari cara untuk bertahan hidup. Semoga Allah selalu melindungi kita, dan mendengar doa-doa kita.







TEMAN-TEMAN DI ORGANISASI FLP

2014, sudah hampir delapan tahun saya menjadi bagian dari organisasi ini, Forum Lingkar Pena. Organisasi para penulis yang selalu bersemangat menyebarkan dakwah Islam melalui karya-karya literasinya. Kabar baiknya, kami—FLP dan saya—memiliki tanggal lahir yang sama, bedanya saya lahir dua tahun lebih awal dari FLP. Yah, merupakan kebanggaan tersendiri. Rasanya setiap 22 Februari ikut diaminkan doa-doa baik dari keluarga FLP. Di FLP terutama FLP Surabaya, saya dipertemukan dengan orang-orang baik yang luar biasa. Kami berteman, berbagi suka dan duka, dan berbagi pikiran di organisasi ini. Tiap tahun kami menggelar syukuran milad FLP, tentu saja Ratnawa bisa sekalian nebeng, iya kan, hehe. Dan tahun ini, masyaAllah ... hadiah-hadiah datang tak terduga dari mereka. Semoga kita selalu Allah berikan rasa ikhlas dan syukur untuk selalu menjadikan organisasi dan persahabatan ini terus menjadi lebih baik.

 







KEMBAR TIGA, SISTERLILLAH

Kira-kira sebelas tahun yang lalu kami mulai saling mengenal, 2010. Yah, ketika menjadi siswa baru di SMA. Saya sempat bingung dan mengira bertemu hantu, haha. Sebab bertemu dengan wajah-wajah yang sama di tempat berbeda dalam waktu yang beruntutan. Dan persahabatan ini terjadi, semoga akan terus sampai ke jannah-Nya. Kendati tak selalu bersama, mereka juga sangat berharga bagi saya. Terima kasih ya, saya bersyukur mengenal kalian. Saking senangnya tadi ketemu lagi, sampai enggak ingat foto. Jadinya pakai foto lama waktu kondangan bareng. Semoga disegerakan ya Sist, apa-apa yang terbaik untuk kita, aamiin.



Terima kasih Yaa Rabb atas segala nikmat yang Engkau berikan. Keluarga, para sahabat, kesehatan, dan waktu-waktu yang selalu berharga di setiap detiknya. Semoga Allah limpahkan kebaikan untuk semua teman-temanku. Danke, ich hab' euch lieb.

Comments

Post a Comment

Hai, Kawan. Kamu bisa tinggalkan komentar, bila kamu suka tulisan ini yaaa ... :) Terima kasih sudah membaca.

Popular posts from this blog

Sinopsis Film Pesantren Impian

Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa